Jakarta (ANTARA) - Sertifikasi kompetensi teknisi listrik dinilai menjadi salah satu upaya untuk mendukung pemerintah memperkuat keselamatan instalasi listrik melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penerapan standar pemasangan yang tepat.
Business VP Home Solutions Schneider Electric Indonesia Ahmad Saiful mengatakan kompetensi teknisi perlu ditingkatkan seiring kebutuhan masyarakat terhadap instalasi listrik yang aman dan sesuai standar. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab pelaku industri kelistrikan dalam menjaga keselamatan pelanggan.
"Yang perlu ditingkatkan bukan hanya produknya, tetapi juga orang yang memasang. Kami ingin memberikan bekal supaya tenaga-tenaga teknisi listrik lebih tersertifikasi dan bisa menerapkan standar pemasangan yang benar," kata Saiful dalam wawancara di Jakarta, Selasa.
Saiful menyampaikan hal tersebut dalam peluncuran Electrician Academy 2026, program pengembangan kompetensi yang mendorong teknisi listrik meningkatkan keahlian melalui pelatihan dan sertifikasi. Program tersebut mengusung visi mengubah profesi tukang listrik menjadi ahli listrik yang memiliki kompetensi terstandar.
Menurut Saiful, penerapan standar keselamatan perlu didukung pemahaman teknis yang memadai, baik oleh teknisi yang memasang instalasi maupun peritel yang menjual perlengkapan kelistrikan. Peritel juga berperan memberikan informasi kepada konsumen mengenai produk dan perangkat keselamatan yang sesuai kebutuhan.
Ia menjelaskan sertifikasi dapat menjadi pengakuan formal atas kompetensi teknisi sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap kualitas pekerjaan. Dengan bekal tersebut, teknisi diharapkan mampu memperluas peluang kerja dan membangun jejaring profesional.
Program Electrician Academy 2026 menargetkan sekitar 8.000 peserta mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi. Dari program tersebut, perusahaan menargetkan sekitar 400 teknisi mengikuti proses sertifikasi kompetensi pada tahap awal melalui kolaborasi dengan pihak terkait.
Saiful menambahkan kebutuhan tenaga terampil menjadi tantangan seiring pertumbuhan industri kelistrikan, termasuk pengembangan pusat data yang membutuhkan pasokan listrik besar. Karena itu, pengembangan kompetensi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kualitas instalasi dan keselamatan pengguna listrik.
Sementara itu, President Director Schneider Electric Indonesia dan Timor-Leste Martin Setiawan mengatakan pembinaan komunitas teknisi akan terus dilakukan melalui beragam program tahunan untuk mendorong peningkatan kompetensi tenaga ahli listrik di Indonesia.
Baca juga: Schneider Indonesia didik generasi muda untuk penuhi kebutuhan talenta
Baca juga: Schneider Indonesia raih gelar Best Companies to Work for in Asia 2023
Baca juga: Indonesia dinilai berpotensi besar jadi negara adidaya energi hijau
Pewarta: Ida Nurcahyani/Vina Ashari
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.