Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:32 WIB
VIVA – Pernah tiba-tiba berbicara sendiri saat sedang bekerja, berbelanja, mencari barang, atau bahkan ketika menghadapi masalah? Jika iya, Anda tidak perlu buru-buru menganggap kebiasaan tersebut aneh.
Baca Juga
Berbicara sendiri, terutama dengan suara yang terdengar jelas, ternyata merupakan perilaku yang cukup umum. Kebiasaan ini bahkan dapat memberikan sejumlah manfaat untuk kemampuan berpikir, konsentrasi, motivasi, hingga pengelolaan emosi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam istilah psikologi, kebiasaan tersebut sering disebut self-talk atau private speech. Banyak orang menggunakannya secara spontan untuk membantu diri sendiri memahami situasi atau menyelesaikan suatu pekerjaan. Berikut ini alasan seseorang ngomong sendiri, melansir dari Healthline.
Baca Juga
Salah satu manfaat berbicara sendiri adalah membantu menjaga konsentrasi. Misalnya, ketika sedang merakit sesuatu, memperbaiki barang, atau mengerjakan tugas yang rumit, seseorang mungkin secara otomatis mengucapkan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Baca Juga
Mengatakan sesuatu seperti, "Bagian ini dipasang dulu, setelah itu yang sebelah kanan," dapat membantu otak memusatkan perhatian pada tahapan pekerjaan.
Mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri juga bisa membantu, misalnya, "Kalau bagian ini dipindahkan, apa yang akan terjadi?" Cara sederhana tersebut dapat membuat seseorang lebih fokus mencari solusi.
Ketika menghadapi pekerjaan yang sulit, berbicara kepada diri sendiri dengan kalimat positif dapat memberikan dorongan tambahan.
Menariknya, cara menyampaikan kalimat tersebut juga bisa berpengaruh. Alih-alih mengatakan, "Aku pasti bisa," seseorang dapat mencoba menggunakan sudut pandang orang kedua seperti, "Kamu sudah melakukannya dengan baik. Tinggal sedikit lagi."
Cara ini dapat menciptakan jarak emosional sehingga seseorang lebih mudah melihat situasi secara objektif, terutama ketika sedang stres atau merasa ingin menyerah.
Berbicara sendiri juga dapat menjadi cara untuk memproses perasaan. Ketika sedang marah, kecewa, takut atau bingung, mengutarakan apa yang dirasakan dapat membantu seseorang memahami sumber emosinya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Misalnya, daripada hanya merasa "kesal", seseorang bisa mengatakan, "Aku sebenarnya kecewa karena merasa tidak dihargai."
Dengan mengucapkannya secara langsung, pikiran yang awalnya terasa berantakan dapat menjadi lebih terstruktur. Perasaan pun terkadang terasa lebih mudah dikendalikan setelah diberi nama dan dijelaskan.
Halaman Selanjutnya
4. Gunakan self-talk yang positif