Serapan BBM Subsidi KAI Capai 55,73 Persen, Tersisa 94,9 Juta Liter

calendar_today 20.07.2026 - person  - timer ~

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, pengelolaan BBM bersubsidi ditempatkan dalam kerangka Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.

“Setiap liter BBM bersubsidi merupakan amanah yang harus dikelola secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Data penggunaan dipantau berdasarkan kuota, realisasi, sisa kuota, jenis layanan, serta wilayah operasi,” ujar Anne.

Baca Juga: Distribusi Pupuk Lewat Kereta Capai 10.050 Ton di Semester I 2026

Dari total realisasi BBM bersubsidi, sebanyak 106.370.771 liter digunakan untuk layanan kereta api penumpang. Jumlah tersebut setara 89,06% dari seluruh realisasi BBM bersubsidi KAI.

Penggunaannya mencapai 55,69% dari kuota layanan penumpang sebesar 191.022.000 liter, sehingga masih tersedia 84.651.229 liter untuk mendukung pelayanan hingga akhir tahun.

Pemantauan juga dilakukan terhadap layanan logistik yang memperoleh alokasi sesuai ketentuan. Hingga periode yang sama, penggunaan BBM bersubsidi untuk layanan peti kemas mencapai 9.404.309 liter, parcel 1.964.531 liter, semen 1.412.702 liter, serta klinker sebanyak 290.601 liter.

Dari sisi persentase kuota, layanan peti kemas telah menggunakan 60,62% dari alokasi tahunannya. Penggunaan untuk parcel tercatat 52,22%, klinker 42,42%, dan semen 42,04%.

Perincian tersebut membantu perusahaan membaca kebutuhan energi setiap layanan secara proporsional tanpa mencampurkan alokasi antarkegiatan.

“Pengawasan berbasis data memberi ruang bagi perusahaan untuk melihat pola pemakaian lebih awal. Ketika terdapat perubahan kebutuhan operasional, penanganannya dapat dilakukan dengan tetap mengacu pada ketentuan dan ketersediaan kuota,” ujar Anne.

Penerapan GCG juga diperkuat melalui pemisahan pencatatan antara BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi. Sampai 13 Juli 2026, realisasi BBM nonsubsidi tercatat 20.673.801 liter atau 52,88% dari target tahunan sebanyak 39.098.121 liter.

Dengan demikian, total penggunaan BBM subsidi dan nonsubsidi KAI mencapai 140.116.715 liter, setara 55,29% dari target keseluruhan tahun 2026.

Baca Juga: Kemenhub Percepat Pengembangan Jaringan Kereta Api Nasional, Target Rel Tembus 10.524 Km

Penggunaan BBM nonsubsidi tersebut mencakup layanan logistik batu bara sebesar 13.141.066 liter, layanan logistik BBM 3.089.035 liter.

Kemudian kegiatan di luar layanan kereta api penumpang dan barang tertentu 3.130.509 liter, pulp 815.253 liter, minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil 307.972 liter, kegiatan balai yasa 153.016 liter, serta pupuk 36.950 liter.

“Pemisahan subsidi dan nonsubsidi merupakan bagian penting dari disiplin tata kelola. Alokasi subsidi digunakan sesuai peruntukannya, sementara kebutuhan di luar alokasi tersebut dicatat sebagai penggunaan nonsubsidi,” tutur Anne.