Serangan Houthi lukai 73 warga sipil di Arab Saudi bagian selatan

calendar_today 08.09.2026 - person  - timer ~

Istanbul (ANTARA) - Sedikitnya 73 warga sipil terluka akibat serangan kelompok Houthi di Yaman yang menargetkan sejumlah kota dan infrastruktur ekonomi di Arab Saudi bagian selatan, kata koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman pada Selasa.

Juru bicara koalisi, Mayjen Turki al-Maliki, mengatakan Houthi melancarkan serangan tidak masuk akal terhadap fasilitas sipil dan komersial di kota Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.

Al-Maliki menyebut serangan yang melukai warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, sebagai eskalasi berbahaya serta pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Arab Saudi.

Ia menuduh kelompok tersebut melakukan tindakan ekstremis dan kriminal secara sengaja yang mengancam perdamaian dan stabilitas di Yaman serta negara-negara Arab di sekitarnya.

Al-Maliki menegaskan bahwa Komando Gabungan Pasukan Koalisi akan mengambil seluruh langkah operasional yang diperlukan untuk mencegah serangan dan melindungi warga Saudi.

Koalisi itu juga berjanji akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk menetralisir sumber ancaman.

Melalui pernyataan terpisah, militer Yaman menyatakan kesiapan penuh untuk berdiri teguh bersama Arab Saudi.

Pimpinan militer bahwa akan mendukung hak mutlak Riyadh untuk mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu guna menjaga keamanan, stabilitas, dan kedaulatannya, serta menyatakan kesiapan berkoordinasi untuk menghilangkan sumber ancaman dan kekacauan.

Serangan terbaru itu terjadi ketika pasukan pemerintah Yaman pada Senin melaporkan kemajuan signifikan di medan perang di empat front berbeda.

Menurut kantor berita resmi Yaman, Saba, kemajuan militer tersebut terjadi di wilayah Al-Jawf, Al-Bayda, Taiz, dan Al-Hudaydah, setelah Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Rashad al-Alimi berjanji melanjutkan operasi hingga kewenangan negara pulih sepenuhnya.

Pertempuran baru-baru ini memicu kekhawatiran akan kembalinya konflik berskala penuh, yang dapat mengakhiri periode relatif tenang sejak April 2022. Yaman telah mengalami hampir 12 tahun perang sejak kelompok Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa pada 2014.

Kelompok Houthi juga meningkatkan ketegangan regional dengan menargetkan kapal-kapal komersial di Laut Merah.

Kondisi tersebut mendorong Arab Saudi, sebagai aktor eksternal utama yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, mengumumkan misi pada Juli untuk membentuk aliansi maritim internasional.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Arab Saudi laporkan kebakaran di fasilitas energi usai serangan Houthi

Baca juga: 117 orang tewas akibat pertempuran antara pemerintah Yaman dan Houthi

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.