Nagoya (ANTARA) - Beragam pertunjukan seni dan tradisi Jepang mewarnai upacara pembukaan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Jepang, Minggu malam.
Salah satu pertunjukan yang menarik perhatian penonton adalah kemunculan Oni, makhluk mitologi tradisional Jepang, dalam pertunjukan bertajuk The Festival of Flame yang disutradarai Kaiji Moriyama.
Para Oni dari Festival Oni Toyohashi, Kuil Takisanji, dan Festival Hana muncul dari berbagai penjuru stadion dengan diiringi tabuhan genderang serta hamburan tepung putih sebagai simbol penyucian.
Ritual tersebut menggambarkan harapan akan kedamaian dan keberhasilan sekaligus menjadi bagian dari penyambutan para atlet yang akan bersaing dalam pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia itu.
Pertunjukan tersebut juga menghadirkan tarian GAKU oleh kelompok penari NEKKO-TAI serta penampilan penari utama HA-RE yang menambah kemeriahan upacara pembukaan.
Nuansa budaya Jepang telah ditampilkan sejak awal acara melalui kehadiran karakter boneka burung hantu bernama Konoha yang dikisahkan tengah menantikan selesainya gerbang penyambutan.
Gerbang tersebut kemudian menjadi jalur masuk bagi para atlet dari 45 kontingen yang mengikuti parade peserta Asian Para Games 2026.
Indonesia turut ambil bagian dalam parade dengan menampilkan 47 peserta dari unsur atlet, pelatih, dan tim Chef de Mission (CdM) yang mengenakan busana bertema Sekar Jagat Vijaya rancangan Ivan Gunawan.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya Jepang, upacara pembukaan mengangkat konsep “We Are Beautiful Individuals” yang menggambarkan keunikan setiap individu tanpa memandang perbedaan disabilitas, kebangsaan, maupun budaya.
Konsep tersebut sejalan dengan slogan “Imagine One Heart” yang mengajak masyarakat memahami perjuangan para atlet sekaligus mempererat persatuan melalui olahraga.
Rangkaian upacara juga diisi dengan pengibaran bendera Asian Paralympic Committee (APC), pembacaan sumpah atlet, serta estafet obor yang melibatkan sejumlah tokoh olahraga disabilitas Jepang.
Estafet yang melibatkan Junichi Kawai dan Momoka Muraoka itu berakhir dengan penyalaan kuali utama yang dibuat oleh para perajin lokal menggunakan kayu bakar dan jerami.
Upacara ditutup dengan penampilan seluruh pengisi acara bersama karakter Konoha yang mengepakkan sayapnya, diiringi tepuk tangan penonton mengikuti irama tradisional Jepang san-san-nana-byoshi.
Asian Para Games 2026t yang berlangsung pada 18–24 Oktober merupakan penyelenggaraan pertama ajang tersebut di Jepang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Tradisi Jepang warnai pembukaan Asian Para Games 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.