Seluruh artis pendukung yang dijadwalkan untuk tur konser Ed Sheeran di Seattle, AS, termasuk Finneas, kelompok musik Kingfishr, penyanyi Maia Reficco, hingga Lukas Graham, kompak mengundurkan diri secara serentak sebagai bentuk solidaritas sesama artis pembuka, Macklemore.
Hal ini dipicu oleh meningkatnya reaksi keras terhadap pemecatan dari tur ‘Loop’ Ed Sheeran, akibat komentar yang Macklemore sampaikan di atas panggung untuk menyuarakan dukungannya terhadap Palestina.
Berdasarkan laporan The Guardian (15/9), Finneas semula akan tampil sebagai pembuka konser dalam enam pertunjukan di Amerika Selatan pada bulan November. Ia menarik diri beberapa jam setelah pernyataan panjang Ed Sheeran tentang tekanan dari pemilik tempat acara agar Macklemore dicoret dari daftar penampil akibat komentar pro-Palestina.
Dalam postingannya, Ed Sheeran mengatakan bahwa upaya untuk memfasilitasi dialog di antara para pihak tidak membuahkan hasil dan keputusan pihak venue dan promotor bersifat final (The Guardian, 15/9).
Finneas dan para artis pendukung sebelumnya secara tegas menyatakan tidak ingin membagikan panggung di tempat yang membungkam kebebasan berekspresi serta dukungan kemanusiaan untuk Palestina.
Finneas menulis dalam akun media sosialnya, “Artists must not be silenced when they speak up for the oppressed.” Ia menekankan bahwa dirinya mendukung rakyat Palestina dan para seniman tidak boleh dibungkam ketika bersuara untuk membela kaum yang tertindas.
Band pengiring asal Irlandia, Beoga, dan Lukas Graham mundur dari tur secara bersamaan pada Selasa sore (15/9). Vokalis utama Lukas Forchhammer mengatakan “Money doesn’t give you the right to own the conversation. Nobody’s bank balance should decide who gets to speak or which suffering we’re allowed to acknowledge.” Uang tidak memberi hak untuk menguasai percakapan. Saldo bank siapa pun tidak boleh menentukan siapa yang berhak berbicara atau penderitaan mana yang boleh kita akui.
Dalam pernyataan pada hari Senin (14/9), Guardian menyampaikan bahwa Kraft tidak membantah penolakan kehadiran Macklemore di atas panggung Gillette Stadium dan mengatakan keputusan tersebut didasarkan pada tindakan terbaru serta riwayat citra antisemitisme yang diyakini sangat menyinggung dan menyakiti komunitas Yahudi pada tahun 2013.
Pada tahun tersebut, Macklemore sempat meminta maaf telah mengenakan penampilan yang menurut para kritikus merupakan visual karikatur yang bersifat antisemit.