Selasa, 27 Oktober 2026 17:22 WIB
Persediaan Cabai Rawit Merah di Pasar Tradisional Indrasari Pangkalan Bun, Selasa (27/10/2026). ANTARA/Safitri RA.
Pangkalan Bun (ANTARA) - Harga cabai rawit merah di Pasar Indrasari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, berangsur turun menjadi Rp70.000 per kilogram setelah sempat mencapai Rp120.000 per kilogram pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kobar Muhamad Suhendra di Pangkalan Bun, Selasa, mengatakan harga tertinggi cabai rawit merah ini terjadi pada minggu keempat September hingga awal Oktober 2026.
"Harga cabai rawit merah pada pekan keempat September hingga awal Oktober mencapai Rp120.000 per kilogram, kemudian turun menjadi Rp108.000 pada pekan kedua Oktober," ucapnya.
Selanjutnya, harga kembali turun menjadi Rp88.000 per kilogram pada pekan ketiga dan Rp70.000 per kilogram pada pekan keempat Oktober 2026.
Suhendra mengatakan lonjakan harga sebelumnya dipicu kenaikan harga dari daerah pemasok di Pulau Jawa. Hingga kini, pasokan cabai rawit merah di Kobar masih bergantung pada daerah tersebut karena produksi lokal belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) persuasif yang dilakukan Disperindagkop UKM bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kobar di Pasar Indrasari, pihaknya memperoleh informasi dari lima distributor harga normal cabai rawit merah dari Jawa berkisar Rp25.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
"Di Pulau Jawa juga dalam kondisi musim kemarau sama seperti di daerah lainnya di Indonesia, menyebabkan kekeringan dan produksi Cabai Rawit Merah menipis, maka harga di sana naik menjadi Rp 75.000 hingga Rp 83.000 per kilogram, itu harga sudah sampai di sini. Jadi para distributor kita ini mengambil ujungnya sekitar Rp10.000 sampai Rp15.000 untuk keuntungan penjualan," beber dia.
Baca juga: Pelni Pangkalan Bun berikan diskon tiket 30 persen jelang Nataru 2026
Menurut Suhendra, fluktuasi harga cabai rawit merah sangat dipengaruhi ketersediaan stok di tingkat distributor. Ketika pasokan mencukupi, harga cenderung turun, sedangkan saat stok menipis, harga berpotensi kembali meningkat.
Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindagkop UKM telah meminta delapan distributor cabai rawit merah di Kobar mengutamakan pemenuhan kebutuhan pasar setempat sebelum memasok ke daerah lain.
Ia menjelaskan delapan distributor tersebut selama ini juga memasok cabai rawit merah ke sejumlah kabupaten tetangga, seperti Seruyan, Lamandau, dan Sukamara.
Pewarta : Safitri RA
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.