Senin, 13 Juli 2026 15:45 WIB
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas Siti Isbandiyah di Sentra Satria Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026), menjelaskan rencana kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru yang akan dilaksanakan mulai 30 Juli 2026. ANTARA/Sumarwoto
Banyumas (ANTARA) - Sekolah Rakyat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mematangkan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru yang akan diawali pada 30 Juli 2026, meskipun bangunan sekolah permanen belum siap sepenuhnya karena masih terdapat pekerjaan konstruksi.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas Siti Isbandiyah di Sentra Satria Baturraden, Kabupaten Banyumas, Senin, mengatakan seluruh persiapan MPLS, matrikulasi, hingga pemindahan sarana dan prasarana ke kompleks sekolah permanen telah dilakukan secara bertahap.
"Kami sebenarnya sudah menyiapkan MPLS sejak lama. Namun karena bangunan permanen belum siap 100 persen, kami bersama pemerintah daerah dan PIC memutuskan pembukaan dilaksanakan pada 30 Juli, sedangkan kegiatan utama dimulai 31 Juli," katanya.
Ia menjelaskan kegiatan pada 30 Juli berupa pembukaan dan pengenalan awal peserta didik baru di gedung permanen yang berlokasi di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, Banyumas.
Selanjutnya, pada 31 Juli siswa mengikuti tes kebugaran dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebelum menjalani rangkaian MPLS dan program matrikulasi.
Menurut dia, penyesuaian jadwal dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan siswa karena sebagian area sekolah masih berdekatan dengan lokasi pembangunan.
Dia mengatakan pihak sekolah juga mulai memindahkan perlengkapan belajar serta menyiapkan seluruh kebutuhan pelaksanaan MPLS, pemeriksaan kesehatan, dan matrikulasi.
“Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat di Banyumas akan menampung sekitar 242 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 205 siswa asal Banyumas dan sekitar 38 siswa titipan dari Kabupaten Kebumen yang sementara belajar di Banyumas karena sekolah permanen di daerahnya belum tersedia,” katanya.
Dia mengakui kuota siswa Sekolah Rakyat jenjang SD asal Banyumas belum terpenuhi seluruhnya.
Menurut dia, sebagian orang tua masih belum siap melepas anak usia sekolah dasar untuk tinggal di asrama.
"Anak-anak SD masih relatif kecil sehingga banyak yang belum siap berpisah dengan orang tua. Kami tidak bisa memaksakan karena mereka harus datang ke sekolah dengan rasa bahagia," katanya menjelaskan.
Lebih lanjut, dia mengatakan MPLS tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi tahap awal pembentukan karakter dan adaptasi kehidupan berasrama.
Menurut dia, seluruh siswa berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2 sehingga kesenjangan sosial antarpeserta didik relatif kecil.
"Kami ingin mereka memahami bahwa semua memiliki kesempatan yang sama. Tidak ada rasa malu terhadap kondisi keluarga. Yang kami bangun adalah semangat hidup bersama, saling menyayangi, saling menolong, dan berani menatap masa depan," katanya.
Selama tiga bulan pertama, kata dia, sekolah memfokuskan pembentukan karakter melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAH), penguatan literasi dan numerasi, serta penyusunan roadmap atau peta jalan masa depan setiap siswa.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lanjut dia, perubahan karakter mulai terlihat dalam tiga bulan pertama pendidikan berasrama.
Dia mengatakan pembentukan karakter juga akan diperkuat melalui pendampingan taruna Akademi Militer (Akmil) dalam pembiasaan disiplin dan kehidupan berasrama.
Terkait dengan kemungkinan adanya perubahan nomenklatur Sekolah Rakyat di Banyumas, dia mengaku masih menunggu penetapan dari pemerintah pusat.
“Kemungkinan menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas yang mengelola jenjang SD, SMP, dan SMA, atau bisa juga masing-masing jenjang ada kepala sekolahnya. Kami masih menunggu penetapan nomenklatur baru dari pemerintah pusat,” kata Isbandiyah.
Baca juga: Bupati Banyumas: MPLS Ramah upaya wujudkan sekolah aman dan inklusif
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.