Bagikan:
JAKARTA - Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan pada Hari Rabu, ia telah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengenai percepatan pengiriman sistem pertahanan udara tambahan, menyusul gelombang baru serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Rusia di seluruh wilayah Ukraina.
Diskusi ini berlangsung di tengah langkah Moskow yang meningkatkan serangan jarak jauh terhadap kota-kota dan infrastruktur vital Ukraina, sehingga mendorong sekutu NATO untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina.
"Saya telah berbicara dengan (Presiden) Zelensky mengenai serangan rudal dan drone Rusia yang mengerikan dan terbaru terhadap kota-kota di Ukraina," ujar Rutte dalam pernyataan di media sosial X, dikutip dari Daily Sabah (6/8).
"Saya sedang membahas dengan para sekutu bagaimana kami dapat terus menyediakan sistem pertahanan udara yang sangat dibutuhkan oleh Ukraina," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Zelensky juga mengatakan Ia telah membahas upaya-upaya tersebut bersama Sekjen Rutte.
"Mark sangat memahami ancaman yang ada, dan kami telah mengoordinasikan upaya kami terkait negara-negara yang memiliki rudal serta kemampuan yang diperlukan untuk memberikan bantuan," tulis Presiden Zelensky di X.
"Sangatlah penting untuk meniadakan segala hambatan birokrasi dan mengambil keputusan politik yang diperlukan," tandasnya.
Setelah berbicara dengan Pemimpin Ukraina, Sekjen Rutte menyatakan dalam unggahan di X, ia sedang "membahas dengan para sekutu bagaimana kami dapat terus menyediakan sistem pertahanan udara yang sangat dibutuhkan oleh Ukraina."
Rusia meluncurkan 28 rudal—termasuk 24 rudal balistik—dan 115 pesawat nirawak bersenjata ke arah Ukraina dalam serangan malam terbaru, menurut pernyataan tertulis dari Komando Angkatan Udara Ukraina.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya melancarkan serangan intensif sepanjang malam yang menyasar pusat transportasi, logistik, dan distribusi di wilayah Kyiv serta daerah sekitarnya.
Pertahanan udara Ukraina gagal mencegat satu pun dari 24 rudal balistik dan empat rudal jelajah Zircon selama serangan Hari Rabu, menurut keterangan angkatan udara, melansir Al Arabiya dari Reuters.
Presiden Zelensky mengatakan sekutu hanya memasok sepertiga dari jumlah rudal pertahanan udara ke Ukraina pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun 2025, di tengah eskalasi serangan Rusia terhadap ibu kota Kyiv dan pusat pelabuhan di wilayah selatannya.
Ukraina telah mengalami kekurangan rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat - yang mampu menjatuhkan rudal balistik Rusia - sejak awal perang.
Namun, dalam beberapa minggu terakhir, kekurangan yang parah ini menjadi sorotan tajam seiring dengan gempuran Rusia terhadap Kyiv yang terjadi rata-rata setiap tiga hari sepanjang Bulan Juli saja.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+