Jumat, 24 Juli 2026 13:45 WIB
ilustrasi. (ANTARA/ist/)
Jakarta (ANTARA) - Kanker usus besar atau yang juga dikenal sebagai kanker kolorektal dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.
Penyakit pada saluran cerna tersebut bisa berkembang karena dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari yang seringkali diabaikan.
“Penting untuk diingat bahwa seringkali kanker kolorektal tidak memiliki gejala, itulah sebabnya melakukan skrining dini dan teratur seperti yang direkomendasikan dokter Anda sangat penting,” kata direktur medis onkologi medis GI di City of Hope’s Orange County Lennar Foundation Cancer Center Pashtoon Kasi, M.D., M.S., dalam siaran Eating Well pada Kamis (23/7) waktu setempat.
Berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar:
Duduk dalam waktu yang lama
Pola duduk yang berkepanjangan dan terlalu sedikit aktivitas fisik dari waktu ke waktu. Penelitian telah mengaitkan perilaku kurang gerak yang lebih tinggi dengan risiko kanker kolorektal yang lebih besar, sementara aktivitas fisik teratur umumnya dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.
Kepala bedah kolorektal di Hackensack University Medical Center Steven A. Lee-Kong, M.D. mengatakan bahwa kurangnya aktivitas dapat berkontribusi pada resistensi insulin, peradangan kronis tingkat rendah, dan kelebihan lemak tubuh, yang semuanya dapat menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi kesehatan usus besar.
Dalam rekomendasi yang diberikan American Cancer Society, orang dewasa diminta melakukan aktivitas intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit, atau aktivitas berat selama 75 hingga 150 menit, setiap minggu.
Lee-Kong juga merekomendasikan untuk memecah periode duduk yang lama dengan berdiri, peregangan atau jalan kaki singkat.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026