Sefas Group telah sepakat untuk mengakuisisi 100% bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia. Perusahaan menyebut Sefas akan tetap tunduk pada persetujuan regulator dan persyaratan umum lainnya.
“Sebagai distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia, Sefas bangga dapat mengambil langkah bisnis berikutnya, dan mendukung pertumbuhan masa depan sektor ritel energi Indonesia,” ujar CEO SEFAS Group, Ricky Roesli dalam siaran pers, Rabu (19/8).
Rencana akuisisi bisnis SPBU sudah diungkapkan PT Shell Indonesia, pada tahun lalu. Anak perusahaan Shell plc (Shell), ini telah menyetujui pengalihan kepemilikan bisnis kepada Sefas Group.
Ricky menyebut kepemilikan SPBU Shell ini memberikan landasan kuat bagi perusahaan untuk bisa mengembangkan bisnis ke tahap selanjutnya. Dia menyebut perusahaan berambisi untuk membangun salah satu bisnis ritel energi yang terpercaya dan berkelanjutan di Indonesia. Hal ini dilakukan sekaligus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara serta kebutuhan energi yang terus berkembang.
“SEFAS merupakan mitra yang telah lama bekerja sama dengan Shell di Indonesia dan memiliki pemahaman mendalam mengenai pasar lokal, kebutuhan pelanggan, serta jaringan yang telah terbangun kuat untuk mendukung fase pertumbuhan bisnis berikutnya,” ujar Presiden Direktur Shell Indonesia, Andri Pratiwa.
Sefas Group akan melanjutkan proses untuk mengakuisisi kepemilikan penuh atas bisnis tersebut, dengan penyelesaian transaksi yang diperkirakan berlangsung tahun ini. Prioritas utama Sefas adalah memastikan proses transisi berjalan lancar dengan tetap menjaga kegiatan operasional yang aman dan andal.
“Pelanggan akan tetap melihat merek Shell di Indonesia melalui skema lisensi merek, dengan kesinambungan layanan bagi pelanggan, karyawan, dan mitra,” ujar perusahaan.
Shell Indonesia menggunakan model lisensi merek untuk bisnis mobility & convenience di lebih dari 50 pasar di seluruh dunia sehingga para pelanggan akan terus memiliki akses untuk menggunakan produk BBM.
Perjanjian lisensi mengizinkan penerima lisensi hak untuk menggunakan merek Shell sesuai dengan standar Shell di wilayah tersebut. Hal ini memungkinkan penerima lisensi untuk mendapatkan keuntungan dari nilai merek.
Sefas Group adalah distributor pelumas Shell terbesar di Indonesia. Dilansir dari laman resminya, Sefas merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1997. Penamaan perusahaan ini berasal dari kata Yunani yakni cephas yang berarti batu.
Sebagai distributor pelumas Shell di Indonesia, Sefas menyebut perusahaan pelopor di bidangnya. Sefas mencatat, hingga saat ini mereka memiliki 20 kantor dan gudang yang ada di seluruh Indonesia.
Pendirian Sefas 28 tahun lalu terjadi di Kalimantan Timur dengan nama PT Sefas Pelindotama. Perusahaan kemudian mengembangkan bisnis mereka dengan nama yang sama ke Kalimantan Selatan pada 2002. Sefas Group menambah anak perusahaan di Cilegon, Banten, pada 2005 atas nama PT Tribina Panutan. Perusahaan ini sebetulnya sudah berdiri sejak 2002.
Lima tahun berselang, Sefas mendirikan PT Sefas Keliantama pada 2009. Perusahaan ini memiliki cakupan wilayah untuk Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Sefas lalu mendirikan PT Blue Coolant Indonesia pada 2010, perusahaan yang menyediakan produk seperti radiator coolant, degreaser.
Tiga tahun berikutnya, Sefas menambah anak perusahaan PT Cahaya Samoedera Bersaudara (Samoedera) pada 2013. Ini adalah perusahaan distributor Shell Marine terbesar di dunia, dengan jaringan distribusi dan distribusi di seluruh dunia 24/7/356 layanan panggilan.
Samoedera mampu mendistribusikan pelumas Shell Marine ke lebih dari 40 negara dan lebih dari 600 bagian utama di seluruh dunia. Pada 2015, Sefas mendirikan PT Sefas Pelindotama di Kalimantan Utara.
Perusahaan juga membangun PT Tribina Panutan di Tangerang pada 2016. Sefas juga mendirikan PT Energi Hijau Samoedra Bersaudara pada 2019.
Kemudian, membangun PT Sinergi Semesta Pratama di Karawang pada 2022 dan PT Pancaputra Mitratama Mandiri pada 2024 di Jawa Timur Sefas Group dipimpin oleh Ricky Roesli sebagai direktur utama dan Herman Soegeng sebagai komisaris.