Sebelum Meninggal, Aktor ‘Jurassic Park’ Sam Neill Sempat Berjuang Lawan Pneumonia

calendar_today 14.07.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Aktor legendaris pemeran utama 'Jurassic Park', Sam Neill, meninggal dunia secara mendadak di Australia pada usia 78 tahun, Senin (13/7/2026). Belakangan terungkap, aktor asal Selandia Baru tersebut sempat berjuang melawan pneumonia sebelum mengembuskan napas terakhirnya.

Pihak keluarga sebelumnya mengonfirmasi kabar duka ini dan menyebut kepergian Neill terjadi secara 'mendadak dan tidak terduga'.

Neill diketahui sempat menjalani perawatan intensif setelah didiagnosis mengidap limfoma sel T angioimunoblastik, bentuk langka dari limfoma non-hodgkin. Tetapi, pihak keluarga menegaskan bahwa Neill sudah dinyatakan bebas dari kanker.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak keluarga sendiri tidak merinci lebih lanjut mengenai penyebab pasti kematiannya.

Namun, titik terang mengenai kondisi kesehatan terakhir Neill diungkapkan oleh mantan rekan mainnya, aktris asal Selandia Baru Rima Te Wiata. Ia menyebut bahwa mendiang sahabatnya itu sempat berjuang melawan penyakit pneumonia.

"Ini benar-benar menyebalkan," ujar Rima, dikutip dari Channel News Asia, Selasa (14/7/2026).

"Saya pikir dia (Sam Neill) akan berkata: 'Astaga, saya sudah sembuh dari kanker. Dan sekarang lihat, sekarang saya terkena pneumonia. Apa selanjutnya?'" lanjut Rima.

Meski begitu, Rima tidak memberikan rincian lebih mendalam mengenai sejak kapan persisnya Neill mulai mengidap pneumonia.

Rekan lainnya, Laura Tingle, juga mengungkapkan Neill sempat mengidap pneumonia. Kondisi itu menyebabkan peradangan pada kantung udara di satu atau kedua paru-parunya sebelum meninggal.

Gejalanya meliputi batuk berdahak, demam, mengigil, dan kesulitan bernapas. Umumnya, pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

"Dia cukup sakit selama beberapa minggu terakhir, dan semua orang yang mencintainya telah mendoakannya dari dekat dan jauh, tetapi saya pikir itu terlalu berat untuk dipulihkan sekali lagi," beber Tingle yang dikutip dari Perth Now.

"Dia telah menjalani banyak kemoterapi dan imunoterapi, dan untungnya, akhirnya kanker darah yang dideritanya sembuh, tetapi hal itu membuatnya cukup lemah dalam hal sistem kekebalan tubuhnya," sambungnya.

Perjalanan Medis Sam Neill, dari Limfoma-Terapi Genetik

Sebelumnya, dalam buku memoar yang dirilis pada tahun 2023, Sam Neill sempat mengungkapkan secara terbuka bahwa dirinya 'mungkin sekarat' akibat kanker limfoma non-Hodgkin stadium tiga yang dideritanya.

Namun, takdir berkata lain saat ia mengumumkan telah bebas dari kanker pada awal tahun ini. Pemulihan luar biasa tersebut berhasil dicapai berkat terapi genetik inovatif.

Terapi tersebut berfungsi memodifikasi sistem kekebalan tubuhnya untuk melawan sel kanker.

Halaman 2 dari 2

(sao/kna)