Dian Eko Prasetio
| 20 Juli 2026, 16:06 WIB

Penggawa Timnas voli putra Indonesia, Boy Arnez, saat melakukan serangan ke arah bidang lapangan Kamboja pada laga final SEA V Cup 2026 di Candon City Arena, Filipina, Minggu (19/7/2026). PBVSI
AKURAT.CO, Tim Nasional (Timnas) Voli Indonesia Putra harus puas menyandang predikat runner-up pada leg pertama SEA V Cup 2026. Skuad Merah Putih dipaksa menyerah lewat drama sengit lima set dari Kamboja dengan skor 2-3 (23-25, 26-28, 25-23, 25-22, 11-15) pada partai final di Candon City Arena, Filipina, Minggu (19/7/2026).
Kekalahan ini terbilang mengejutkan mengingat Farhan Halim dan kolega sempat melibas Kamboja dengan skor telak 3-0 di fase grup SEA V Cup 2026.
Menanggapi hasil minor di laga puncak tersebut, Asisten Pelatih Timnas Voli Indonesia Putra, Nur Widayanto, mengakui bahwa Kamboja memasuki lapangan dengan modal motivasi berlipat ganda usai secara mengejutkan menumbangkan raksasa Asia Tenggara, Thailand, di babak semifinal. Celakanya, Indonesia justru terlambat panas sejak peluit awal dibunyikan.
"Mental Kamboja sedang naik setelah kemenangan melawan Thailand. Pekerjaan rumah (PR) tim kami adalah start pertandingan yang kurang bagus, sehingga mental mereka semakin meningkat," kata Nur.
Akibat start yang lemah di set pertama, Indonesia sempat tertinggal hingga selisih tujuh angka sebelum akhirnya kalah tipis 23-25 yang berlanjut pada kekalahan dramatis di set kedua dengan skor 26-28.
Meski anak asuh Reidel Toiran sempat menunjukkan napas kedua dengan merebut set ketiga (25-23) dan set keempat (25-22), performa Boy Arnez dan kolega kembali antiklimaks di set penentuan. Nur menyoroti buruknya aliran bola pertama yang berimbas pada tumpulnya daya gedor Indonesia.
"Selain ada masalah di serangan, penerimaan bola pertama juga kurang baik, dan serangan kami tidak cukup membunuh lawan," kata Nur.
https://akurat.co/arena/874591/sea-v-cup-incar-tiket-final-timnas-voli-putra-indonesia-siapkan-taktik-khusus-hancurkan-vietnam
Evaluasi terakhir yang disoroti jajaran pelatih adalah rapuhnya lini pertahanan di depan net. Nur menyayangkan barisan blocker Indonesia yang kerap kecolongan, padahal skema serangan yang dibangun oleh para pemain Kamboja terbilang sangat terbaca dan tidak banyak variasi.
"Serangan mereka sebenarnya monoton ke arah outside hitter di posisi empat. Namun, blocker kami masih kurang sabar menunggu dan kurang rapat, sehingga serangan mereka tetap bisa tembus," tutur Nur mengevaluasi.
Misi Balas Dendam di Rumah Sendiri
Kamboja sah menjadi kejutan terbesar di leg pertama ini. Status Indonesia sebagai jawara AVC Cup 2026 seolah tidak membuat mereka gentar untuk mengunci gelar juara di Filipina. Sementara itu, Thailand harus puas menempati peringkat ketiga setelah menjinakkan Vietnam dengan skor 3-1.
Namun, perjuangan belum berakhir. Skuat Indonesia memiliki kesempatan emas untuk menebus dan melakukan balas dendam dalam waktu dekat. Leg kedua SEA V Cup 2026 dijadwalkan akan langsung bergulir di Indonesia pada 22-26 Juli 2026 mendatang.