
Argentina mendapat kabar melegakan hanya beberapa saat sebelum laga puncak Piala Dunia 2026. FIFA memastikan tidak ada satu pun pemain Albiceleste yang dijatuhi larangan bermain meski sebelumnya sempat diselidiki akibat penggunaan banner bernuansa politik.
Keputusan tersebut membuat pelatih Lionel Scaloni bisa menurunkan seluruh pemain terbaiknya saat menghadapi Prancis pada partai final di Munich.
Kasus ini bermula sebelum laga uji coba Argentina melawan Slovenia pada 7 Juni 2024. Saat sesi foto sebelum pertandingan, skuad Argentina berdiri di belakang banner bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina.”
Tulisan itu merujuk pada sengketa Kepulauan Falkland atau Malvinas yang hingga kini masih menjadi isu sensitif antara Argentina dan Inggris.
Aksi tersebut kemudian diprotes oleh Football Association of Islay and the Falkland Islands. FIFA pun membuka penyelidikan melalui Komite Disiplin karena aturan mereka melarang penyampaian pesan politik dalam kegiatan pertandingan.
Muncul kekhawatiran beberapa pemain Argentina bisa menerima hukuman sehingga terancam absen pada final Piala Dunia 2026.
BACA JUGA:
Kekhawatiran itu akhirnya tidak terbukti.
Melalui pernyataan resminya, FIFA memutuskan hanya memberikan sanksi kepada Federasi Sepak Bola Argentina (AFA). Organisasi tersebut didenda sebesar sekitar Rp668 juta dan menerima peringatan karena dianggap melanggar ketentuan mengenai perilaku tim serta regulasi keselamatan dan keamanan pertandingan.
FIFA menyatakan pelanggaran terjadi karena tim nasional Argentina menampilkan banner bermuatan politik dalam rangkaian kegiatan sebelum pertandingan uji coba melawan Slovenia.
Meski demikian, badan sepak bola dunia itu tidak menjatuhkan hukuman kepada para pemain. Artinya, seluruh skuad Argentina tetap memenuhi syarat untuk tampil pada partai final.
Keputusan FIFA menjadi angin segar bagi Lionel Scaloni. Dengan tidak adanya pemain yang diskors, pelatih Argentina memiliki seluruh opsi terbaik untuk menghadapi Prancis dalam perebutan gelar juara dunia.
Argentina sendiri memburu gelar Piala Dunia kedua secara beruntun setelah sebelumnya mengalahkan Prancis lewat adu penalti pada final edisi 2022 di Qatar.
Keputusan FIFA menunjukkan adanya pemisahan antara tanggung jawab federasi dan para pemain.
Dalam kasus ini, AFA tetap menerima konsekuensi atas pelanggaran regulasi, tetapi hukuman tidak meluas kepada pemain karena mereka tidak dianggap layak menanggung sanksi berupa larangan tampil di final.
Langkah tersebut menjaga konsistensi penerapan aturan sekaligus memastikan pertandingan puncak tetap menghadirkan kekuatan terbaik dari kedua tim.
Dapatkan berita dengan ulasan mendalam, serta kabar terbaru hanya di Gilabola.com.