Saudi, Turki, Pakistan dan Iran Bertemu di Teheran di Tengah Rencana Serangan AS-Israel |Republika Online

calendar_today 26.10.2026 - person  - timer ~

Warga Iran berkendara di samping rudal Iran, Zolfaghar, yang dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026.

TEHERAN — Delegasi Iran, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sepakat untuk melanjutkan pembahasan mengenai perdamaian dan keamanan regional dalam pertemuan tingkat tinggi di Teheran, Senin (26/10/2026). Kesepakatan ini dicapai di tengah meningkatnya kekhawatiran atas potensi serangan baru Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran Mayor Jenderal Mohsen Rezaei,Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman, Panglima Militer Pakistan Asim Munir, dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin.

Berdasarkan pernyataan yang dilaporkan Al-Mayadeen, para peserta sepakat untuk menjaga dialog guna memperkuat kerja sama, khususnya di bidang perdamaian dan keamanan kawasan. Menurut laporan kantor berita Iran, IRNA, diskusi tersebut membahas keamanan regional, dampak agresi militer, serangan yang terus berlanjut, serta dukungan bagi rakyat Palestina dan Lebanon.

Para pejabat yang hadir juga bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Dalam kesempatan itu, Pezeshkian menyerukan kepada negara-negara kawasan untuk mengambil sikap bersama dalam menghadapi agresi Israel dan mencegah serangan lebih lanjut.

"Kami yakin jika negara-negara di kawasan berdiri bersama dan mengambil sikap bersatu, serangan-serangan ini tidak akan terulang," kata Pezeshkian.

Ia menyatakan kesiapan Iran untuk memperdalam kerja sama dengan "keyakinan dan tekad yang kuat", sambil mendesak negara-negara tetangga untuk menyelesaikan perbedaan pendapat melalui dialog dan memanfaatkan potensi bersama.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, kunjungan menhan beserta perwakilan negara-negara Pakta Pertahanan Makkah bertujuan untuk meredakan ketegangan, mendorong solusi diplomatik, dan mendukung upaya mediasi yang dipimpin oleh Qatar dan Pakistan.

Riyadh menekankan pentingnya membuka saluran negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri krisis dan mencegah eskalasi militer baru. "Kami berharap semua pihak yang terlibat dalam krisis ini dapat merespons secara positif hasil dari kunjungan ini," tulis pernyataan Kemenlu Arab Saudi.