Jakarta -
Pemprov Sumbar mengumpulkan lebih dari 1,6 ton rendang untuk korban gempa NTT. Bantuan ini dikemas seragam sehingga mudah dikirimkan ke lokasi bencana.
Bantuan pangan terus berdatangan untuk warga yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat dari berbagai daerah ikut menunjukkan kepedulian melalui makanan yang mudah disimpan dan dibagikan.
Salah satunya datang dari Sumatera Barat (Sumbar) yang mengandalkan makanan khas daerah sebagai bantuan. Jumlahnya terus bertambah setelah pemerintah daerah membuka pos pengumpulan bantuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Instagram @bpbdprovsumbar, (22/8/2026), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan bantuan rendang untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Bantuan ini dikumpulkan melalui Pos Bantuan NTT di Kantor BPBD Sumbar.
BPBD Provinsi Sumatera Barat kumpulkan bantuan rendang untuk dikirim kepada korban bencana di Nusa Tenggara Timur. Foto: Instagram/bpbdprovsumbar
Rendang dipilih karena dikenal sebagai makanan yang praktis dan memiliki daya tahan relatif lama. Karakter tersebut membuatnya cocok menjadi salah satu bantuan pangan dalam kondisi darurat.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf mengatakan target awal bantuan mencapai 1,5 ton. Namun, jumlah rendang yang terkumpul kemudian terus bertambah.
"Kalau dari rilis data yang kita terima hari ini, sudah mencapai 1,4 ton. Kemungkinan besok ada lagi yang masuk," kata Erasukma.
Pos bantuan rendang tersebut baru dibuka sehari sebelum proses pengumpulan dilakukan. Pada hari kedua, lebih dari 457 kilogram rendang telah masuk dari berbagai organisasi perangkat daerah.
Bantuan tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum. Kabupaten dan kota di Sumbar juga dipersilakan ikut menyumbangkan rendang untuk warga terdampak.
Jumlah bantuan kemudian mencapai 1.687,363 kilogram rendang atau sekitar 1,6 ton lebih hingga Kamis malam (20/08). Angka tersebut berpotensi bertambah karena pengumpulan masih terus berlangsung.
Totalnya sebanyak 1,6 ton rendang akan dikirim dengan pesawat kargo. Foto: Instagram/bpbdprovsumbar
Rendang yang terkumpul tidak langsung dikirim dalam kemasan aslinya. BPBD Sumbar melakukan pengemasan ulang agar seluruh bantuan memiliki bentuk kardus yang lebih seragam.
"Karena rendang yang datang dalam bentuk kemasan berbeda-beda, jadi kami kemas lebih seragam," kata Ilham.
Langkah tersebut juga membuat bantuan lebih mudah didistribusikan di lokasi bencana. Pengemasan ulang sekaligus bertujuan menjaga rendang agar tetap tertata dan tidak mudah rusak selama perjalanan.
Jumlah bantuan yang diterima masyarakat juga diharapkan lebih mudah diketahui. Rendang tersebut rencananya dikirim menuju NTT menggunakan pesawat kargo
Gubernur Sumbar Mahyeldi juga dijadwalkan menyerahkan bantuan tersebut secara langsung. Ia mengatakan rendang dipilih karena sifatnya praktis dan relatif tahan lama cocok untuk kebutuhan pangan dalam situasi darurat.
Bagi Sumbar, mengirim rendang saat bencana bukanlah hal baru. Makanan khas Minangkabau itu sebelumnya juga pernah dikirim untuk korban bencana di sejumlah wilayah Indonesia. Salah satunya karena rendang dikenal awet dan siap saji jadi praktis untuk korban bencana.
(dfl/sob)