Jakarta -
Lembaga riset global OceanX mengeksplorasi keindahan ekosistem laut di tujuh taman nasional di Indonesia.
Langkah tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi berbasis data dan ilmu pengetahuan (scientific data).
CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone mengatakan pihaknya telah melaksanakan dua misi penelitian di Indonesia dan saat ini berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati laut di Sulawesi Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui kerja sama ini, OceanX akan membantu pengumpulan data spasial dan biodiversitas di kawasan konservasi. Seluruh data yang dihasilkan OceanX nantinya akan menjadi milik Kementerian Kehutanan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis sains.
"Tujuan ekspedisi adalah untuk collecting data berupa data spasial dan biodiversitas. Nantinya data ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Sehingga kebijakan yang dihasilkan berbasis sains," ujar Vincent seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/7/2026).
Pertemuan antara CEO and Chief Science Officer OceanX Vincent Pieribone, Director of Science Partnerships Eric Chocat, Chief of Staff Davide Bergo, dan Head of Missions Roger Mayer dengan Menhut Raja Antoni dilangsungkan di Kantor Kementerian Kehutanan.
Menhut Raja Antoni menjelaskan Kementerian Kehutanan mengelola tujuh Taman Nasional laut yang memiliki kekayaan ekosistem dan keanekaragaman hayati tinggi, yakni Taman Nasional Wakatobi, Kepulauan Seribu, Takabonerate, Teluk Cenderawasih, Togean, Karimunjawa, dan Bunaken.
Selain itu, terdapat Taman Nasional Komodo yang memiliki kawasan konservasi darat dan laut.
"Kami Kehutanan, tapi wilayah kami juga ada di laut, contohnya TN Komodo, TN Wakatobi, TN Kepulauan Seribu, TN Cendrawasih, TN Togean, total ada 7 Taman Nasional. Kami terbuka untuk kolaborasi," ujar Menhut Raja Antoni.
Menurut Menhut, Kementerian Kehutanan tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi kawasan konservasi, tetapi juga menjalankan upaya pemulihan ekosistem laut, termasuk penanaman terumbu karang.
Kolaborasi dengan OceanX diharapkan akan memperkuat ketersediaan data ilmiah sebagai dasar pengelolaan dan perlindungan kawasan konservasi laut di Indonesia.
"Pengelolaan kawasan konservasi laut harus didasarkan pada data dan riset ilmiah yang kuat. Kementerian Kehutanan berkomitmen penuh dalam meningkatkan pengelolaan taman nasional laut di Indonesia, termasuk memperkaya ketersediaan data pembanding (baseline data), pemetaan bawah laut, hingga inventarisasi keanekaragaman hayati," tuturnya.
(wsw/wsw)