Rupiah Menguat ke Rp 17.844 di Tengah Ragam Upaya Pemerintah dan BI Tangani Pelemahan Nilai Tukar

calendar_today 23.09.2026 - person  - timer ~

Rabu, 23 September 2026 - 09:20 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Baca Juga

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.883 pada Selasa, 23 September 2026. Posisi rupiah itu melemah 70 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.813 pada perdagangan Senin, 21 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Rabu, 23 September 2026 hingga pukul 09.10 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.844 per dolar AS. Posisi itu menguat 40 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.804 per dolar AS.

Baca Juga

Ilustrasi hegemoni dolar AS

Photo :

  • vstory

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, keputusan Presiden Prabowo pekan lalu untuk mengganti Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dengan Suahasil Nazara, turut memengaruhi sentimen mata uang rupiah.

Baca Juga

"Sementara kenaikan harga minyak menambah tekanan bagi negara-negara pengimpor energi," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu, 23 September 2026.

Selain itu, para pembuat kebijakan memperdebatkan revisi Undang-Undang No.17 Tahun 2003, yang dapat memungkinkan defisit anggaran lebih tinggi guna mendanai program sosial dan kesejahteraan.

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyatakan, pembahasan mengenai batas atas defisit sebesar 3 persen dari PDB yang diatur dalam undang-undang, harus berlangsung secara konstruktif dan batas rasio utang sebesar 60 persen dari PDB tetap menjadi pelaksanaan pengelolaan APBN. 

Kemudian, Bank Indonesia (BI) akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik, dan stabilitas nilai tukar Rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.

Selain itu, BI melakukan pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market, dan juga akan memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar serta kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan perolehan insentif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Intervensi pun akan terus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik.

Hal itu juga akan disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Sementara posisi cadangan devisa tercatat sebesar US$146,5 miliar, dinilai masih cukup untuk mengintervensi di pasar.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.880-Rp 17.930," ujarnya.