Rupiah Melesat ke 17.980, Cek Prediksi Analis Hari Ini

calendar_today 17.07.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada perdagangan Jumat pagi, (17/7/2026). Lalu bagaimana prediksi pergerakan rupiah terhadap dolar AS dan sentimen yang akan mempengaruhi?

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik enam poin atau 0,03% menjadi 17.980 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.986 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi, pergerakan rupiah masih dibayangi sentimen eksternal, terutama arah suku bunga Federal Reserve, pergerakan dolar AS, serta perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia.

"Untuk perdagangan Jumat, 17 Juli 2026 mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.986 - Rp 18.030," ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi, dalam keterangannya, Jumat, 17 Juli 2026.

Adapun nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026 di Rp 17.986 per dolar Amerika Serikat di tengah meredanya kekhawatiran terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

"Pada perdagangan sore ini (Kamis-red), mata uang rupiah ditutup menguat 82 point sebelumnya sempat menguat 85 point di level Rp 17.986 dari penutupan sebelumnya di level Rp 18.068," ujarnya.

Faktor Internal Pengaruhi Pergerakan Rupiah

Ibrahim menuturkan, di dalam negeri yang mempengaruhi pergerakan rupiah yakni Pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah fiskal dan pasar untuk mengendalikan inflasi, khususnya pada komoditas pangan yang volatil dan meningkatnya biaya industri.

Sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga laju inflasi, terutama dari komponen harga pangan bergejolak atau volatile food, serta sejumlah biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang.

"Pemerintah juga akan melakukan penanganan terhadap komponen volatile food agar tidak memberikan tekanan terhadap inflasi. Selain itu, pemerintah juga memperhatikan kenaikan harga kemasan yang turut berdampak pada produk makanan," kata dia.