RS Primecare rekrut 95 persen tenaga lokal, Wali Kota Samarinda beri apresiasi - ANTARA News Kalimantan Timur

calendar_today 08.08.2026 - person  - timer ~

Samarinda (ANTARA) - Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda, Kalimantan Timur merekrut sebagian besar atau sebanyak 95 persen dari warga lokal, sehingga hal ini membuat Wali Kota Samarinda Andi Harus memberi apresiasi tinggi karena berpengaruh besar terhadap tingkat kesejahteraan warga.

"Kehadiran RS bukan hanya untuk pemenuhan pelayanan kesehatan, tapi juga terhadap daya saing kota. Terlebih adanya 95 persen karyawan yang merupakan warga lokal," kata Andi Harun saat peresmian RS Primecare Samarinda, Sabtu.

Belum lagi efek berganda lain yang akan mengiringi rumah sakit baru seperti warung yang tumbuh bertambah jumlah pembeli, hotel, hingga keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lain yang terdampak.

Sementara Direktur RS Primecare Samarinda dr. Boy E.R. Wajong mengatakan. RS ini mendapat Izin Operasional (SIO) pada 13 Februari 2026. Berdiri di atas lahan seluas 8.000 meter persegi dengan bangunan empat lantai mencakup total luas 11.000 meter persegi.

RS tersebut hadir untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi bukan hanya bagi masyarakat Samarinda, tapi juga Kalimantan Timur, bahkan daerah lain. Termasuk menyasar pasar bagi mereka yang selama ini berobat ke luar negeri.

Secara fasilitas, RS ini dilengkapi 16 ruang poliklinik dan total 96 tempat tidur rawat inap yang terdiri dari 23 tempat tidur standar, 22 kamar deluxe, 25 kamar VIP/Junior Suite, satu Suite, satu Presiden Suite, serta 14 tempat tidur perawatan intensif meliputi HCU 2, ICU Dewasa 5, PICU 2, NICU 4, Isolasi Intensif 1, dan Perina 4.

RS tersebut didukung oleh sekitar 130 karyawan dengan 95 persen merupakan warga lokal Samarinda dan sekitarnya, serta sekitar 52 dokter spesialis dan umum, termasuk 11 dokter tetap dengan keahlian khusus seperti bedah tulang belakang, bedah pencernaan laparoskopi, urologi, dan ginekologi.

Berbagai teknologi terkini telah disiapkan, antara lain Laser Holmium untuk penghancur batu ginjal dan terapi pembengkakan prostat, C-Arm, CT Scan 126 irisan, laboratorium lengkap, dan bank darah.

Keunggulan lain yang menjadi kebanggaan adalah Laboratorium Genomik hasil kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, dilengkapi alat pembaca DNA atau Sequencer. 

Teknologi ini mampu mendeteksi penyakit turunan dan langka, mutasi gen seperti pemicu kanker payudara dan paru, hingga reaksi tubuh terhadap obat, serta risiko penyakit masa depan seperti diabetes, jantung, dan kanker guna pencegahan dini.

Seluruh layanan terintegrasi melalui rekam medis elektronik yang terhubung dengan aplikasi Satu Sehat Kementerian Kesehatan, sistem informasi laboratorium, dan radiologi guna mempercepat diagnosis dan pelayanan.

"Visi RSPrimecare Samarinda adalah menjadi Rumah Sakit Cerdas (Smart Hospital) yang mengutamakan strategi operasi invasif minimal," katanya.

Direktur Utama dan Founder RS Primecare Samarinda John Kwari mengatakan, pendirian RS ini berakar dari pengalaman Klinik Primecare yang telah beroperasi sejak 2021. Berbagai masukan dari masyarakat mendorong terwujudnya rumah sakit yang berbeda dengan pendekatan pelayanan berpusat pada pasien. 

"Sedangkan sejumlah teknologi canggih yang kami hadirkan saat ini hanyalah sarana, namun inti utama adalah bagaimana memberikan pengalaman terbaik bagi setiap pasien," kata Jhon.

Ia ingin pasien merasa menjadi pusat perhatian, tidak perlu lagi terbang jauh ke Jakarta, Surabaya, maupun luar negeri untuk mendapatkan pelayanan setara standar internasional. Tarif layanan pun disusun sangat kompetitif guna menjangkau lebih banyak kalangan.

Dari sisi pasar, rasio ketersediaan tempat tidur di Samarinda saat ini baru mencapai 1,7 per seribu penduduk, jauh di bawah standar nasional 3 per seribu. Kehadiran RS ini juga diharapkan melayani wilayah lebih luas seperti Kutai Barat, Kutai Timur, hingga daerah sekitarnya berkat teknologi yang belum tentu tersedia di rumah sakit lain.

Ia juga menyadari tantangan ke depan, terutama ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten seiring perkembangan teknologi. Oleh karena itu, kerja sama dengan dunia pendidikan dan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan menjadi prioritas utama.

"Kami berkomitmen memenuhi regulasi pemerintah, menjaga kualitas pelayanan, memberikan pengalaman terbaik bagi pasien, serta mengelola risiko secara menyeluruh. Rumah sakit ini dibangun bukan hanya untuk memiliki alat canggih, melainkan untuk melayani hati dan kesehatan masyarakat sepenuh hati," ujar Jhon.

Pewarta: M.Ghofar
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.