Jumat, 7 Agustus 2026 15:48 WIB
Para delegasi dalam pertemuan bersama Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) yang digelar di Satun, Thailand, pada 3-4 Agustus 2026. (ANTARA/HO-KRI Songkhla)
Jakarta (ANTARA) - Indonesia mendorong penguatan kerja sama pariwisata dan konektivitas regional yang menjadi motor penting untuk menggerakkan ekonomi dan daya saing di tingkat subkawasan Segitiga Pertumbuhan Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT).
“Melalui kolaborasi Indonesia, Malaysia, dan Thailand, kita tidak hanya membangun destinasi yang terhubung, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Winardi H. Lucky, Konsul RI di Songkhla, Thailand, sebagaimana pernyataan tertulis yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Ia mengungkapkan bahwa seruan tersebut disampaikan dalam rangkaian pertemuan bersama IMT-GT yang digelar di Satun, Thailand, pada 3-4 Agustus 2026, dengan delegasi Indonesia yang hadir dipimpin oleh asisten deputi hubungan antar lembaga internasional Kementerian Pariwisata.
Rangkaian pertemuan tersebut membahas berbagai upaya penguatan sektor pariwisata di kawasan IMT-GT, mulai dari peningkatan konektivitas transportasi, diversifikasi destinasi pariwisata, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Arah strategis Cetak Biru Implementasi IMT-GT periode 2027-2031 juga dibahas dalam rangkaian pertemuan yang sama.
Secara khusus, delegasi RI menegaskan perlunya memajukan pariwisata berkualitas melalui pemanfaatan platform digital, penjenamaan bersama (joint branding), serta fasilitasi investasi sektor wisata.
Winardi menilai partisipasi delegasi RI dalam forum tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat diplomasi ekonomi melalui kerja sama regional dan pembukaan peluang kolaborasi baru.
Indonesia juga hendak mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang semakin terhubung, kompetitif, dan berkelanjutan, tambahnya.
Menurut catatan KRI Songkhla, negara-negara IMT-GT menargetkan kunjungan wisatawan internasional mencapai rata-rata 50 juta di tahun 2026, dengan dampak PDB per kapita dari industri wisata, perdagangan lintas batas, dan logistik halal diharap mencapai 17.895 dolar AS pada tahun yang sama.
Winardi juga memastikan bahwa KRI Songkhla akan terus mendukung berbagai inisiatif kerja sama di kawasan IMT-GT dalam rangka mempererat hubungan antara Indonesia dengan Malaysia dan Thailand sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat di ketiga negara.
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026