RI dan India buka babak baru sinergi sektor digital - ANTARA News Bali

calendar_today 01.08.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan India membuka babak baru kemitraan di sektor digital melalui riset serta pengembangan teknologi hingga kecerdasan buatan (AI).

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria dalam keterangannya diterima dan dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu (1/8) menyatakan bahwa hubungan kedua negara yang terjalin sejak era jalur rempah berabad-abad lalu kini memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kolaborasi riset, pengembangan talenta dan infrastruktur digital serta inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Karena India dan Indonesia bukanlah pesaing yang mengejar jalur sempit yang sama di bidang AI. Kita saling melengkapi," ujar Nezar. 

Nezar juga mengatakan hal tersebut dalam acara An Overview of the AI Roadmap of Indonesia di Jakarta Selatan, Jumat (31/8).

Wamen Nezar menyatakan India sebagai mitra alami yang berpengalaman membangun infrastruktur publik digital. Sementara itu, Indonesia memiliki bonus demografi serta sumber daya strategis untuk memperluas potensi pemanfaatan AI.

Lebih lanjut Wamen Nezar mengatakan regulasi Peta Jalan AI Indonesia menjadi pijakan untuk membawa kemitraan kedua negara ke tahap implementasi yang lebih konkret.

Menurutnya, Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi teknologi AI global.

Pemerintah mendorong penguatan perangkat lunak, komputasi, pusat data, dan talenta digital agar Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam pengembangan AI.

"Selama ini, persaingan global untuk AI telah memperlakukan negara-negara seperti Indonesia sebagai pasar. Tempat untuk menjual produk AI, bukan tempat di mana AI dibangun. Saya ingin menolak kerangka berpikir tersebut malam ini, dengan hormat namun tegas," tegas Wamen Nezar.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.