AKURAT.CO Polandia menangkap remaja berusia 17 tahun yang diduga terlibat jaringan neo-Nazi dan merencanakan serangan teror terhadap sejumlah target, termasuk sekolah dan masjid.
Otoritas Polandia menangkap dan mendakwa seorang remaja berusia 17 tahun yang diduga terlibat dalam lingkungan neo-Nazi dan kelompok ekstremis. Remaja bernama Pawel G. itu diduga menyiapkan serangan teror yang menargetkan banyak orang, termasuk sekolah dan masjid.
Pawel G., warga negara Polandia yang lahir pada 2009, ditangkap oleh Badan Keamanan Dalam Negeri Polandia (ABW) pada 18 September 2026. Identitas lengkapnya tidak dipublikasikan karena aturan perlindungan privasi. Pengadilan kemudian memerintahkan penahanan sementara selama tiga bulan.
Kasus tersebut merupakan bagian dari penyelidikan ABW terhadap kelompok neo-Nazi dan ekstremis yang aktif di internet. Sebelumnya, aparat Polandia telah menahan dua remaja berusia 16 tahun yang diketahui berhubungan dengan kelompok tersebut melalui platform Telegram dan Discord.
Menurut ABW, Pawel G. aktif dalam sejumlah kelompok ekstremis di Telegram dan Discord. Ia disebut mengikuti percakapan mengenai serangan teror yang pernah terjadi serta para pelakunya.
Dalam sejumlah percakapan, anggota kelompok juga membahas kemungkinan melakukan serangan baru. Mereka menganalisis metode yang digunakan pelaku serangan sebelumnya dan menjadikan aksi tersebut sebagai sumber inspirasi.
ABW juga menyebut Pawel G. diduga terkait dengan kelompok Atomwaffen Polska dan ikut membentuk kelompok Bierut Soldier ZNB. Menurut badan keamanan tersebut, kedua lingkungan itu memuat simbol dan konten yang berkaitan dengan ideologi neo-Nazi serta pembahasan mengenai kekerasan dan aktivitas terorisme.
Dalam penggeledahan di kediaman Pawel G., aparat menyita sejumlah perangkat elektronik dan media penyimpanan data. Materi tersebut kemudian dianalisis untuk mengungkap jaringan komunikasi dan dugaan rencana serangan.
Menurut ABW, penyidik menemukan informasi mengenai komunikasi terkait rencana serangan massal, termasuk pembahasan mengenai target, pengadaan senjata dan perlengkapan militer, serta aktivitas kelompok teroris.
Jaksa kemudian menetapkan Pawel G. sebagai tersangka dan mengajukan penahanan. Tuduhan paling serius berkaitan dengan dugaan persiapan serangan teror yang berpotensi menyebabkan banyak korban jiwa.