Gorontalo (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Profesor Eduart Wolok mengatakan mahasiswa baru, harus cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.
"Hari ini, saya resmi menyambut 5.166 mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2025/2026," kata Eduart di Kota Gorontalo, Senin.
Ribuan generasi muda terpilih untuk 11 fakultas di UNG, kini sah menjadi bagian dari keluarga besar 'Kampus Kerakyatan' ini, setelah menjalani prosesi pengukuhan dalam sidang senat terbuka.
Acara sakral tersebut dipimpin langsung Eduart selaku rektor UNG, didampingi Ketua Senat Universitas Profesor Femy Sahami, serta jajaran pimpinan di lingkungan universitas.
Eduart menyatakan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang berhasil menembus ketatnya persaingan masuk UNG.
Para mahasiswa yang dikukuhkan merupakan kandidat terbaik yang berhasil menyisihkan puluhan ribu pendaftar dari berbagai jalur seleksi.
“Jalani kehidupan di lingkungan kampus dengan penuh suka cita. Tujuannya adalah memperkuat kualitas dan kompetensi individu, sehingga kelak dapat memberikan manfaat serta kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara," kata Eduart.
Menurutnya menyandang status sebagai mahasiswa UNG bukan sekadar rutinitas menempuh pendidikan tinggi.
Status ini membawa amanah besar untuk terus mengembangkan potensi diri, mengasah kedisiplinan, serta menjaga fokus selama menempuh perjalanan akademik.
“Kesempatan emas mengecap pendidikan di UNG ini diharapkan dapat dimaksimalkan oleh seluruh mahasiswa baru melalui kesungguhan belajar dan keaktifan berkarya, demi mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global," katanya.
Sebagai mahasiswa baru, rektor berharap seluruh mahasiswa dapat beradaptasi cepat dengan kehidupan kampus serta sistem akademik.
"Jika cepat beradaptasi, mahasiswa baru dapat menjalankan pendidikan tepat waktu dibarengi pencapaian prestasi yang memuaskan," katanya.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.