Wasaka ini menjadi nilai inti dari pendidikan karakter di ULM yang harus tertanam kepada seluruh mahasiswa,"
Banjarmasin (ANTARA) - Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof Ahmad Alim Bachri mengajak mahasiswa baru berjalan kaki sepanjang sekitar satu kilometer sebagai bentuk semangat Waja Sampai Kaputing (Wasaka), semboyan dari Pahlawan Nasional Pangeran Antasari.
"Wasaka ini menjadi nilai inti dari pendidikan karakter di ULM yang harus tertanam kepada seluruh mahasiswa," kata Prof Alim di Banjarmasin, Selasa.
Dalam bahasa suku Banjar di Kalimantan Selatan, waja sampai kaputing berarti usaha sampai akhir.
Makna lain dari Wasaka adalah terbuat dari baja mulai pangkal sampai ke ujungnya, maksudnya perjuangan yang tak pernah berhenti hingga tetes darah penghabisan, atau hingga perjuangan tercapai.
Rektor mengharapkan semangat mahasiswa untuk menyelesaikan perkuliahan terus membara termasuk meraih prestasi agar bisa mengharumkan nama kampus di kancah nasional dan internasional.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan
ULM yang terus mendorong bisa masuk World Class University (WCU) atau universitas kelas dunia.
"Jadi kiblat ULM sudah internasional, jadi kampus sangat mendukung kiprah mahasiswa di berbagai ajang lomba level dunia," tegasnya.
Tahun akademik 2026-2027, ULM menyambut 6.769 mahasiswa baru yang mulai mengikuti serangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).
Kegiatan digelar secara serentak di dua lokasi, yakni Kota Banjarmasin dan Banjarbaru.
Di Banjarmasin inilah, rektor mengajak mahasiswa berjalan kaki dari Gedung Sultan Suriansyah di Jalan Brigjen H Hasan Basry menuju General Building Library ULM.
Semangat “Bergerak Bersama Wasaka untuk ULM Berdampak” menjadi pesan utama dalam pelaksanaan PKKMB 2026.
Momentum tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk tumbuh menjadi insan akademik yang berintegritas, berprestasi, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Pewarta: Firman
Editor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.