Jakarta, CNBC Indonesia - Langganan aplikasi yang lupa dihentikan bisa diam-diam menguras rekening. Biaya US$9-US$15 (sekitar Rp 161 ribu- Rp 270 ribu) per bulan bisa terus terpotong selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun meski layanan sudah tidak digunakan.
Masalah ini mulai mendapat solusi dari kecerdasan buatan (AI). Meta Muse, agen AI pribadi yang diluncurkan bulan ini, dapat membantu pengguna menemukan dan membatalkan langganan berulang yang masih aktif.
Muse menghadirkan kemampuan dalam cakupan asisten pribadi yang jauh lebih luas, sehingga berpotensi mempermudah pelacakan dan pembatalan biaya rutin yang selama ini terlupakan.
Kebutuhan ini semakin besar karena pengeluaran masyarakat untuk layanan berlangganan terus meningkat. Laporan Mastercard dan FT Strategies mencatat 44% konsumen AS meningkatkan belanja langganan pada 2025, dengan rata-rata pengeluaran mencapai US$1.887 per tahun atau sekitar US$157 per bulan.
Pilihan Redaksi
Profesor ekonomi Stanford University Neale Mahoney mengatakan perusahaan langganan dapat memperoleh keuntungan lebih besar karena konsumen lupa atau menunda pembatalan.
"Kami menemukan bahwa ketika orang dipaksa untuk mengambil keputusan, kemungkinan mereka membatalkan langganan menjadi sekitar empat kali lebih besar," kata Mahoney dalam penelitian, dikutip dari CNBC Internasional, Senin (28/9/2026).
Menurut penelitian tersebut, inersia konsumen dan proses pembatalan yang rumit dapat membuat perusahaan menggandakan pendapatan. AI berpotensi mengurangi kedua hambatan tersebut.
Perusahaan pengelola langganan ScribeUp juga mencatat pengguna semakin aktif membatalkan layanan. Penggunanya kini rata-rata memiliki lebih dari 12 langganan berulang, sementara satu dari empat pengguna memiliki setidaknya 20 langganan.
Rata-rata langganan yang dibatalkan melalui ScribeUp bernilai US$17,39 per bulan. Perusahaan mengklaim membantu pengguna menghemat lebih dari US$300 per tahun dari tagihan yang tidak disadari masih berjalan atau sudah tidak dibutuhkan.
Namun, AI juga dapat mengubah cara perusahaan mempertahankan pelanggan. Data Recurly menunjukkan penggunaan fitur 'pause before cancel' melonjak 337%. Tiga dari empat pelanggan yang menjeda langganan akhirnya kembali.
Bagi konsumen, AI dapat menjadi alat untuk mengecek seluruh tagihan berulang dan menghentikan layanan yang sudah tidak diperlukan. Sementara bagi perusahaan, kemudahan pembatalan justru dapat mendorong konsumen lebih percaya untuk mencoba layanan baru.
"Jika konsumen percaya bahwa mereka dapat dengan mudah melihat, mengelola, dan membatalkan tagihan berulang, data kami menunjukkan bahwa mereka cenderung meningkatkan pengeluaran berulang secara keseluruhan dan lebih bersedia mencoba layanan baru sejak awal," kata Co-Founder sekaligus CEO ScribeUp Jordan Mackler.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]