Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA) - Ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 01 Trenggalek, Jawa Timur, mulai menempati kompleks gedung baru, meski pembangunan sejumlah fasilitas belum sepenuhnya tuntas, agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dapat berlangsung sesuai jadwal.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Selda) Kabupaten Trenggalek Triadi Atmono yang hadir mewakili Bupati/Wakil Bupati Trenggalek pada pembukaan SRT mengatakan Sekolah Rakyat merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Seperti yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat menjadi simbol kehadiran negara untuk memuliakan anak-anak dari keluarga miskin," katanya di Trenggalek, Jumat.
Menurut dia, program strategis nasional tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, lanjutnya, mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang telah merealisasikan pembangunan Sekolah Rakyat di daerah tersebut.
Sebanyak sekitar 240 calon peserta didik mulai diperkenalkan dengan lingkungan sekolah. Jumlah tersebut sudah termasuk 75 siswa angkatan pertama yang sebelumnya menjalani pembelajaran di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Trenggalek.
Penanggungjawab SRT 01 Trenggalek Laode Taufik Nuryadin mengatakan pemindahan siswa ke kompleks sekolah dilakukan secara bertahap, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyelesaian bangunan.
"Asrama dan ruang kelas SMP sudah siap digunakan. Sedangkan gedung SD dan SMA masih dalam tahap penyelesaian instalasi listrik dan beberapa pekerjaan pendukung lainnya," kata Taufik.
Ia memastikan proses penyelesaian bangunan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar karena pekerjaan yang berpotensi mengganggu aktivitas siswa ditunda sementara.
Sementara itu Kepala SRT 01 Trenggalek Yogyantoro mengatakan MPLS berlangsung mulai 1 hingga 15 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan program matrikulasi pada 18 Agustus hingga 30 September 2026.
Sekolah Rakyat, kata dia, menggunakan kurikulum nasional yang dipadukan dengan kurikulum berbasis asrama. Para siswa mendapat pendampingan wali asuh dan wali asrama selama 24 jam untuk mendukung kegiatan akademik maupun pembinaan karakter.
Saat ini SRT 01 Trenggalek memiliki satu rombongan belajar jenjang SMP dan dua rombongan belajar jenjang SD dengan total 75 siswa aktif. Adapun calon peserta didik yang telah terdaftar mencapai sekitar 240 orang.
Sebanyak 94 persen peserta didik berasal dari Kabupaten Trenggalek, sedangkan sisanya masih dalam proses perpindahan administrasi domisili. Mayoritas siswa berasal dari Kecamatan Panggul dan Gandusari.
Yogyantoro menambahkan pendaftaran peserta didik masih dibuka hingga akhir 2026 karena Sekolah Rakyat menerapkan sistem multi-entry dan multi-exit, sehingga calon siswa dapat bergabung kapan saja sepanjang tahun ajaran berjalan.
Ia mengatakan kapasitas sekolah yang mencapai lebih dari 1.000 siswa akan dioptimalkan secara bertahap melalui proses rekrutmen peserta didik setiap tahun.
Selama proses penetapan sebagian wali asuh dan wali asrama dari pemerintah pusat masih berlangsung, kebutuhan layanan asrama dan dapur umum sementara didukung personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek agar pelayanan kepada peserta didik tetap berjalan optimal.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.