Rapor Big Six Liga Inggris: Manchester City-Tottenham Hotspur Bak Bumi dan Langit

calendar_today 23.09.2026 - person  - timer ~

Liputan6.com, Jakarta - Rapor performa Bix Six Liga Inggris menunjukkan nilai kontradiktif setelah lima pertandingan awal musim 2026/2027. Manchester City memimpin dengan catatan sempurna, sedangkan Tottenham Hotspur menempati posisi terbawah klasemen menjelang jeda internasional September.

Manchester City memimpin persaingan setelah menyapu bersih lima pertandingan dengan kemenangan. Sementara itu, Arsenal yang berstatus juara pada musim sebelumnya mengoleksi 12 poin, disusul Liverpool yang mulai menunjukkan perkembangan positif bersama pelatih barunya, Andoni Iraola.

Di sisi lain, Chelsea dan Manchester United masih berupaya menemukan konsistensi permainan. Kedua klub belum mampu menjaga performa secara stabil dalam lima pertandingan pertama, sehingga jeda internasional menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penampilan.

Tottenham Hotspur mencatatkan hasil terburuk dari klub-klub Big Six lainnya. Meski telah mengeluarkan dana transfer lebih dari 300 juta poundsterling pada musim panas, klub asuhan Roberto De Zerbi itu baru mengoleksi dua poin dan menempati posisi terbawah klasemen Premier League.

Manchester City

Perbesar

Gelandang Manchester City, Floyd Samba (kanan), merayakan gol keempat timnya bersama gelandan, Ryan McAidoo, pada pertandingan putaran ketiga English League Cup melawan Norwich City di Stadion Etihad, Manchester, Inggris, Kamis (17/9/2026). (Oli Scarff/AFP)

Manchester City menempati posisi pertama dalam power ranking big six Premier League setelah mengawali musim 2026/2027 dengan catatan sempurna. Di bawah arahan Enzo Maresca, Manchester City berhasil memenangkan seluruh lima pertandingan liga dan mengumpulkan 15 poin. Performa tersebut membuat mereka memimpin klasemen menjelang jeda internasional September.

Kepergian Pep Guardiola pada akhir musim lalu serta hengkangnya Rodri ke Barcelona sempat menjadi perhatian. Namun, City mampu merespons perubahan tersebut dengan hasil yang positif. Setelah kalah 0-3 dari Arsenal dalam Community Shield, mereka memenangkan tujuh pertandingan berikutnya di berbagai kompetisi dan mencatatkan empat clean sheet dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.

2. Arsenal

Kai Havertz

Perbesar

Gelandang Arsenal asal Jerman, nomor punggung 29 Kai Havertz, merayakan gol pembuka dalam pertandingan Liga Inggris antara Arsenal dan Burnley di Stadion Emirates di London pada 18 Mei 2026. (Glyn KIRK/AFP)

Arsenal berada di posisi kedua setelah mengawali musim sebagai juara Premier League. Tim asuhan Mikel Arteta mengumpulkan 12 poin dari lima pertandingan, dengan empat kemenangan dan satu kekalahan. Hasil tersebut membuat The Gunners tetap berada dalam persaingan papan atas meski belum sepenuhnya menunjukkan performa yang konsisten.

Kekalahan 0-3 dari Brighton & Hove Albion pada pertandingan terakhir sebelum jeda internasional menjadi catatan yang perlu diperhatikan. Arsenal juga gagal mendatangkan penyerang utama yang diincar pada bursa transfer musim panas. Meski demikian, perjalanan kompetisi masih panjang dan mereka memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa demi mempertahankan gelar.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Liverpool menempati peringkat ketiga dalam power ranking big six setelah memulai era baru bersama Andoni Iraola. Pelatih tersebut menggantikan Arne Slot yang meninggalkan klub pada akhir musim sebelumnya, setelah Liverpool mencatatkan 20 kekalahan dalam satu musim. Di bawah Iraola, Liverpool belum menelan kekalahan kompetitif. Liverpool kini berada di posisi keenam klasemen Premier League dengan sembilan poin dari lima pertandingan. Alexander Isak juga mulai memberikan kontribusi penting setelah mencetak empat gol di liga musim ini. Catatan tersebut telah melampaui tiga gol yang dibuatnya sepanjang musim 2025/2026, sehingga menjadi salah satu perkembangan yang diperhatikan.