Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, harus sejalan dengan konservasi.
Selain itu, pengembangan pariwisata Pulau Tidung perlu memberi manfaat langsung kepada warga melalui penguatan ekonomi kreatif, sekaligus tetap menjaga ekosistem pesisir.
“Pariwisata harus berjalan seiring dengan konservasi. Karena itu, kegiatan ini dibarengi Gerakan Jaga Jakarta berupa pilah sampah, pelepasan ikan bawal bintang, dan penanaman mangrove untuk menjaga ekosistem pesisir,” kata Rano dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.
Salah satu kegiatan yang dikembangkan terkait pelestarian, yakni "Wall of Jakarta 2026" sebagai bagian dari peringatan "World Tourism Day".
Kreasi mural di ruang publik tersebut mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, serta pesan pelestarian lingkungan.
“Wall of Jakarta 2026 menjadi bagian dari peringatan World Tourism Day sekaligus upaya menghidupkan ruang publik Pulau Tidung melalui seni,” kata Rano.
Dia menilai, mural tidak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga mengangkat cerita masyarakat pesisir, biota laut, dan pesan lingkungan.
Baca juga: Kepulauan Seribu hadirkan wisata malam eksotis
Rano dalam kunjungan kerja ke Pulau Tidung meninjau keramba budi daya ikan kerapu dan bawal bintang, fasilitas pendidikan vokasi SMK Negeri 61 Jakarta.
Dia juga menyambangi lokasi kreasi mural publik sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata dan ekonomi masyarakat pesisir.
Pemerintah Provinsi (Pemprov DKI) melibatkan warga dalam sejumlah pelatihan keterampilan untuk membuka peluang usaha baru, mulai dari pengolahan kuliner berbahan sukun dan Kopi Tidung, nail art bertema biota laut, sablon kaus, sketch jamming, hingga barber workshop.
Selain pelatihan, pasar kreatif disiapkan sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk menjual produk kuliner dan kerajinan langsung kepada wisatawan.
“Pasar kreatif juga membuka ruang bagi pelaku ekonomi lokal untuk memasarkan kuliner khas dan kerajinan langsung kepada wisatawan, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada aspek seni, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga,” jelasnya.
Rano berharap rangkaian kegiatan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi Pulau Tidung, mulai dari usaha homestay, transportasi laut, hingga penjualan produk lokal.
“Dampaknya diharapkan nyata bagi ekonomi Pulau Tidung, mulai dari meningkatnya okupansi homestay, jasa transportasi laut, lama tinggal dan belanja wisatawan, hingga pendapatan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Baca juga: Kepulauan Seribu tingkatkan kemitraan untuk pacu ekonomi kreatif
Baca juga: DKI dukung pengembangan budaya dan pariwisata untuk jadi kota global
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.