Warta Ekonomi, Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut semangat Rapat Raksasa IKADA perlu diteruskan untuk menjawab tantangan Jakarta saat ini, mulai dari kemiskinan dan ketimpangan hingga akses pendidikan, pekerjaan, transportasi, dan perlindungan kelompok rentan.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan hal tersebut saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA ke-81 Tahun 2026 di Halaman Balai Kota DKI Jakarta, Senin (21/9/2026).
"Rakyat datang bukan karena kemerdekaan telah selesai diperjuangkan, tetapi sebaliknya, mereka datang karena masa depan Republik ketika itu masih harus terus diperjuangkan," ujar Rano.
Menurut Rano, Rapat Raksasa IKADA pada 19 September 1945 menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan bangsa. Ribuan rakyat berkumpul di Lapangan IKADA sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam menjaga kemerdekaan.
Rano mengatakan semangat tersebut masih relevan bagi Jakarta saat ini. Perjuangan masyarakat tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik, tetapi melalui upaya mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi.
"Perjuangan masyarakat tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, tetapi melalui upaya mengatasi kemiskinan dan ketimpangan, memperluas akses pendidikan dan kesempatan kerja, memperbaiki transportasi, menjaga lingkungan, serta melindungi kelompok rentan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rano juga menyampaikan dirinya mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang tengah berada di New York untuk menghadiri Urban 20 Mayors Summit dan bertemu Wali Kota New York Zohran Mamdani.
Menurut Rano, kunjungan tersebut memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah Jakarta dan hubungan Indonesia dengan dunia. Ia menyinggung kunjungan Presiden Soekarno ke New York pada 1960 untuk menyampaikan pidato "To Build the World Anew" dalam Sidang Majelis Umum PBB.
"Jika dahulu Bung Karno datang membawa gagasan tentang masa depan dunia, hari ini Jakarta datang membawa pengalaman dan gagasan tentang masa depan kota-kota dunia: tentang transportasi publik, lingkungan, ketahanan iklim, pangan, dan bagaimana sebuah kota harus tetap menjadi rumah yang layak bagi warganya," ungkapnya.
Rano menilai Jakarta memiliki posisi penting dalam perjalanan bangsa karena menjadi lokasi berbagai momentum kebangsaan, termasuk Sumpah Pemuda, Proklamasi Kemerdekaan, dan Rapat Raksasa IKADA. Menurutnya, rangkaian sejarah tersebut membentuk Jakarta sebagai ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Baca Juga: Penutupan Lahan Club di Jakarta Barat, Ratusan Karyawan Unjuk Rasa di Balai Kota DKI
Baca Juga: 'Itu Luar Biasa!' Wali Kota New York Kaget Tahu Transportasi Gratis Jakarta Dibayar Pemprov DKI
Baca Juga: Lampu di Sejumlah Titik Jakarta Dipadamkan Satu Jam Malam Ini, Ada Apa?
Karena itu, Rano mengatakan pembangunan Jakarta menuju kota global perlu tetap berpijak pada sejarah dan identitas kota. Pembangunan transportasi, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, kebudayaan, dan sumber daya manusia dinilai perlu berjalan beriringan.
"Hari ini Jakarta bekerja untuk menjadi kota yang menghadirkan keadilan dan kehidupan yang lebih baik bagi semua. Dari Lapangan IKADA, dari Jakarta hingga New York, Amerika, pesannya tetap sama: Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton perjalanan dunia. Indonesia harus ikut menulis masa depan dunia," pungkasnya.