Tabanan (ANTARA) - Memperingati Rahina Tumpek Uye, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memaknai perayaan hari suci ini sebagai momentum untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga keharmonisan dengan alam dan seluruh makhluk hidup, khususnya satwa.
Hal tersebut dikatakan Bupati Tabanan saat melakukan persembahyangan bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, Gubernur Bali Wayan Koster beserta jajaran di Pura Luhur Batukaru, Sabtu.
Rahina Tumpek Uye atau yang dikenal dengan Tumpek Kandang diperingati setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye.
Hari suci ini menjadi momentum bagi umat Hindu untuk memuliakan satwa sebagai bagian dari kehidupan sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas manfaat dan keberadaan seluruh makhluk hidup.
"Nilai tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, dan satwa, " ujar Bupati Tabanan Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan juga menyampaikan, Rahina Tumpek Uye hendaknya tidak hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata untuk menjaga alam serta seluruh makhluk hidup.
"Keharmonisan antara manusia dan alam merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan kehidupan, " imbuhnya.
Bupati Tabanan Gede Sanjaya turut mengapresiasi kebersamaan Gubernur Bali Wayan Koster dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperingati Rahina Tumpek Uye.
Ia berharap semangat untuk menjaga alam dan satwa dapat terus ditumbuhkan serta diwujudkan melalui tindakan nyata, sehingga nilai-nilai keharmonisan dan keseimbangan yang terkandung dalam Rahina Tumpek Uye dapat terus terjaga dalam kehidupan masyarakat.
Sementara, selain melakukan persembahyangan, dalam kegiatan ini juga di isi dengan memberi makan ikan serta kegiatan pelepasan burung, crucuk, kitiran dan kukur, sebagai bentuk peduli terhadap keberadaan dan kelestarian ekosistem dan satwa.
Pewarta: Pandhe Yuda
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.