Andi Syafriadi
| 18 September 2026, 19:19 WIB

Cing Cangkeling merupakan kopi single origin dari Mandalagiri, Garut. Namanya diambil dari lagu tradisional Jawa Barat dan menggunakan Yellow Bourbon. - AKURAT.CO/ANDOY
AKURAT.CO Ada alasan mengapa kopi dari Mandalagiri, Garut, diberi nama Cing Cangkeling. Nama tersebut bukan sekadar identitas produk.
Roemah Koffie mengambilnya dari lagu tradisional Jawa Barat yang dikaitkan dengan ungkapan Sunda "cing cicing, kade eling".
Ungkapan tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk berhenti sejenak, berpikir, dan menenangkan diri.
Makna itu kemudian diterjemahkan Roemah Koffie melalui pengalaman menikmati kopi. Cing Cangkeling dirancang bukan hanya untuk menawarkan karakter rasa, tetapi juga membawa konsumen mengenal daerah asal dan cerita di balik biji kopi.
Baca Juga: Yellow Bourbon Mandalagiri, Kopi Keluarga yang Masuk Roemah Koffie
Cing Cangkeling merupakan single origin dari Mandalagiri, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang dikembangkan dari kebun keluarga petani setempat.
CEO Roemah Koffie, Felix TJ mengatakan setiap kopi memiliki cerita yang berkaitan dengan daerah dan orang-orang yang berada di balik proses produksinya.
"Bagi kami, setiap kopi memiliki cerita. Melalui Cing Cangkeling, kami ingin membawa cerita dari Mandalagiri ke dalam setiap cangkir," ujar Felix saat peluncuran Cing Cangkeling di Roemah Koffie Gunawarman.
Identitas budaya tersebut kemudian dipertemukan dengan karakter kopi yang cukup spesifik.
Cing Cangkeling menggunakan varietas Yellow Bourbon yang ditanam pada ketinggian sekitar 1.500-1.600 mdpl.
Baca Juga: Roemah Koffie Bakal Rilis Produk Baru Bulan Depan
Biji kopi tersebut diproses menggunakan metode Classic Natural. Hasilnya memiliki profil rasa yang disebut menampilkan stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Dengan profil Espresso Roast, Cing Cangkeling dapat disajikan dalam beberapa pilihan.