Berdasarkan informasi Google Cuaca pada pukul 14.15 WIB, suhu di Jakarta mencapai 34 derajat Celsius dengan suhu yang dirasakan mencapai 39 derajat Celsius.
Warga berlindung di bawah pohon saat cuaca terik matahari di Kawasan Setia Budi Jakarta, Rabu (14//10/2026). Cuaca panas menyengat melanda sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa waktu terakhir, terutama pada siang hari. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Berdasarkan informasi Google Cuaca pada pukul 14.15 WIB, suhu di Jakarta mencapai 34 derajat Celsius dengan suhu yang dirasakan mencapai 39 derajat Celsius. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Dikutip Detikcom, Sekretaris Utama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari musim kemarau, minimnya tutupan awan, hingga kuatnya radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Suasana saat cuaca terik matahari di Kawasan Setia Budi Jakarta, Rabu (14//10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Musim kemarau plus langit lebih cerah saat curah hujan berkurang dan awan sedikit, radiasi matahari yang sampai ke permukaan bumi jadi lebih maksimal. Cuaca panas di Indonesia sering dipengaruhi kondisi langit cerah dan penyinaran matahari yang kuat," kata Guswanto, dikutip dari detikcom, Rabu (14/10/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Selain faktor musim, Guswanto menyebut fenomena El Nino turut berkontribusi terhadap kondisi cuaca panas. Fenomena ini dapat menekan curah hujan di sejumlah wilayah sehingga musim kemarau berlangsung lebih kering. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
"Untuk periode 2026 ini, BMKG memang menyatakan bahwa El Nino sedang aktif bahkan berkategori sangat kuat, dan berkontribusi mengurangi curah hujan di Indonesia sehingga musim kemarau menjadi lebih kering dan lebih panjang," ujarnya. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)