Jakarta, VIVA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari menyebut pemerintah menghargai hasil survei yang diterbitkan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Baca Juga
Dalam survei SMRC tersebut, angka kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Qodari menilai survei tersebut akan lebih bermanfaat jika dapat membeberkan penyebab penurunan secara lebih rinci.
Baca Juga
“Kami tidak pernah mengatakan bahwa publik tidak berhak untuk menilai. Sangat berhak. Apalagi saya yang bertahun-tahun ada di dunia (survei) itu,” ucap Qodari, dikutip Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, variabel yang dipakai dalam survei tersebut masih terlalu umum. Qodari menjelaskan, indikator seperti politik, hukum, dan ekonomi seharusnya dipecah menjadi indikator-indikator yang lebih spesifik.
Baca Juga
Dengan demikian, kata Qodari, penyebab menurunnya kepuasan masyarakat dapat dipahami secara lebih rinci.
Dia pun mencontohkan, pada aspek ekonomi, survei dapat mengukur secara terpisah pandangan masyarakat terkait nilai tukar rupiah, lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, sampai evaluasi terhadap program-program pemerintah.
Qodari menyebut dirinya bukan ingin membantah hasil survei SMRC. Namun, melalui pendekatan seperti itu, Qodari menilai survei yang dihasilkan akan memberikan gambaran yang lebih tajam terkait faktor yang mempengaruhi kepuasan publik.
“Saya lebih dalam konteks bahwa akan lebih baik kalau risetnya itu lebih mendetail, sehingga kemudian lebih bermanfaat, lebih jelas argumentasinya,” bebernya.
“Dan saya kira itu bukan hanya penting bagi kami, pemerintah, untuk bisa memperbaiki, untuk melakukan koreksi-koreksi, tetapi juga bagi masyarakat untuk juga lebih memahami. Makin detil kan makin bagus," kata Qodari.
Diketahui, dalam survei yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026, survei SMRC mencatat bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo mengalami penurunan dibandingkan periode tahun lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada periode tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo sebesar 51,1 persen. Angka ini turun 30,1 persen dari November 2025 sebesar 81,2 persen.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
VIVA.co.id
1 Agustus 2026