Pendidikan gratis menghilangkan biaya, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas agar setiap anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga
Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menyatakan rencana pendidikan gratis mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi merupakan upaya untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif.
"Pendidikan gratis menghilangkan biaya, sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas agar setiap anak Indonesia dapat memperoleh pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga," Kepala Bakom RI Qodari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Qodari menjelaskan rencana kebijakan pendidikan gratis akan melengkapi berbagai program pemerintah di bidang pendidikan yang telah berjalan.
Baca juga: Mendikdasmen tindak lanjuti arahan Presiden soal pendidikan gratis
Saat ini, pemerintah mempercepat perbaikan sarana dan prasarana sekolah melalui program revitalisasi sekolah dan pembagian Papan Interaktif Digital (PID).
Selain itu, atas inisiasi Presiden RI Prabowo Subianto, pemerintah memiliki berbagai jenis sekolah yang menyesuaikan kebutuhan anak-anak. Termasuk Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggul Garuda.
Tidak hanya itu, pemerintah juga terus memperkuat kapasitas dan kesejahteraan guru. Qodari menyebut guru yang kompeten dan sejahtera juga menjadi salah satu alat ukur dalam mendukung keberhasilan pendidikan.
Baca juga: Banggar targetkan program pendidikan gratis mulai direalisasikan 2028
Qodari menjelaskan penguatan kompetensi, profesionalitas, dan kesejahteraan guru sama pentingnya dengan pembangunan fasilitas pendidikan. Hal itu sesuai misi Presiden Prabowo bahwa pendidikan harus menjadi investasi strategis pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar berdaya saing global.
"Komitmen pendidikan gratis, revitalisasi sarana-prasarana, penguatan guru, Sekolah Rakyat, serta berbagai program afirmasi pendidikan merupakan satu langkah transformasi yang bertujuan membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan setiap anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal," ucapnya.
Dia mengatakan dengan langkah transformasi bangsa yang jelas dan terukur, negara berkomitmen bahwa latar belakang ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Baca juga: Seskab: Presiden upayakan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.