Puan Maharani Buka Sidang AIPA, Bicara Masa Depan ASEAN

calendar_today 22.07.2026 - person  - timer ~

Puan menambahkan, situasi tersebut menuntut upaya bersama negara-negara ASEAN untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran yang telah dinikmati selama lebih dari lima dekade agar tetap terjaga dan berkelanjutan.

“Dalam situasi inilah, AIPA harus menegaskan komitmennya untuk memperkuat Sentralitas ASEAN, yakni ASEAN sebagai penggerak utama dalam hubungan politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan di kawasan,” jelas Puan. “Pada kesempatan ini, saya mengingatkan kembali bahwa sentralitas ASEAN bertumpu pada kesungguhan untuk terus memperkuat persatuan, kepercayaan, dan kerja sama kawasan berlandaskan nilai-nilai ASEAN WAY,” lanjutnya.

Puan menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk terus mengupayakan sentralitas dan soliditas ASEAN yang mengedepankan dialog, konsensus, dan kolaborasi, serta berlandaskan penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip multilateralisme.

“Indonesia akan terus bekerja agar ASEAN tetap relevan di dunia yang multipolar, dan sentralitas ASEAN tetap mampu menjadi navigasi kita bersama dalam dinamika geopolitik global,” ungkap Puan.

Puan menyebut, Sentralitas ASEAN merupakan arsitektur kawasan untuk memperkuat kredibilitas ASEAN sebagai aktor regional dan global.

“Dan Parlemen memainkan peran penting dalam upaya bersama menjaga dan memperkuat sentralitas ASEAN,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Menurut Puan, parlemen adalah jembatan demokratis antara aspirasi rakyat dan arah kebijakan kawasan.

“Kita merupakan bagian yang integral dari sikap kolektif masyarakat ASEAN,” sebut Puan.

Lebih lanjut, Puan menilai tema sidang Kaukas AIPA ke-17 sangat sejalan dengan Visi Komunitas ASEAN 2045, terutama dengan visi ASEAN yang mampu memproyeksikan posisi bersama, serta merespons tantangan global secara kolektif dan konstruktif.

 “Pertemuan dan dialog kita hari ini merupakan kontribusi penting bagi upaya mewujudkan ASEAN sebagai komunitas yang inklusif, tangguh, dan adaptif,” tutur Puan.

Puan pun memandang forum Kaukus AIPA merupakan bentuk keberlanjutan semangat dialog AIPA dengan Parlemen Anggota dan Peninjau pada Sidang Umum AIPA ke-46 tahun 2025 di Kuala Lumpur, serta menindaklanjuti berbagai resolusi yang telah disepakati.

“Termasuk mengenai penguatan diplomasi parlementer, dampak tarif global, dan inisiatif perdamaian bagi rakyat dan planet kita,” ucap mantan Menko PMK tersebut.