PT Vale manfaatkan burung hantu untuk kendalikan hama tikus di lahan petani

calendar_today 15.08.2026 - person  - timer ~

PT Vale manfaatkan burung hantu untuk kendalikan hama tikus di lahan petani

Sabtu, 15 Agustus 2026 14:46 WIB

Image Print

Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali memberikan pelatihan pembuatan rumah burung Hantu (Rubuha) pada 7-9 Agustus 2026. (ANTARA/HO-Vale Indonesia)

Palu (ANTARA) - PT Vale Indonesia Tbk (Vale) memanfaatkan burung hantu untuk mengendalikan hama tikus di lahan pertanian milik petani di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Manajer Social Development Program Regional and Growth Vale Lalu Nofa Setiawan Putra dalam keterangan di Palu, Sabtu, mengatakan pengendalian hama tikus menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan melindungi hasil panen petani.

"Salah satu aspek penting dalam program ini adalah pemanfaatan burung hantu (Tyto rosenbergii), sebagai bagian dari sistem pengendalian hayati," katanya.

Menurut dia, kehadiran burung hantu bukan hanya membantu menekan populasi tikus secara alami, tetapi juga menjadi simbol bagaimana keseimbangan ekosistem dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan pertanian.

"Ketika rantai makanan bekerja dengan baik, kebutuhan terhadap intervensi kimia dapat dikurangi, sementara kualitas lingkungan pertanian tetap terjaga," jelasnya.

Vale melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali menginisiasi Revitalisasi Pengendalian Hama Tikus Terpadu (PHTT) pada 11-12 Agustus 2026. Program itu dipadukan dengan Pelatihan Konservasi Burung Hantu dan Pembuatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) pada 7-9 Agustus 2026.

Kegiatan yang melibatkan petani di area pemberdayaan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale, dalam mendukung pembangunan pertanian yang produktif sekaligus ramah lingkungan.

Nofa mengatakan program itu menjadi upaya membangun kembali cara pandang petani terhadap pengelolaan hama. Selama bertahun-tahun, pengendalian tikus sering kali bergantung pada penggunaan rodentisida kimia yang memberikan hasil cepat, tetapi berisiko menimbulkan dampak ekologis jangka panjang.

Melalui pendekatan Pengendalian Hama Tikus Terpadu, petani didorong untuk mengadopsi solusi yang lebih sistematis melalui kombinasi sanitasi lahan, penutupan lubang tikus, gropyokan atau perburuan tikus bersama, hingga pemanfaatan predator alami.

Sebagai tindak lanjut, rumah burung hantu yang telah dibuat telah dipasang di sejumlah titik lahan pertanian kelompok tani binaan. Akan dilakukan juga pemantauan berkala untuk menilai efektivitas metode yang diterapkan serta mengidentifikasi peluang pengembangan di wilayah pemberdayaan lainnya.

Pewarta : Fauzi
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026