PSIM Yogyakarta kecolongan saat takluk dari Madura United.
REPUBLIKA.CO.ID, PAMEKASAN, – PSIM Yogyakarta harus menelan pil pahit setelah takluk 1-2 dari Madura United pada laga pekan ketiga BRI Super League di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat malam. Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai timnya kecolongan karena gagal menuntaskan sejumlah peluang emas di babak pertama.
Dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, Van Gastel menyayangkan performa skuadnya yang urung mengunci kemenangan lebih awal. Padahal, Laskar Mataram sempat unggul terlebih dahulu melalui gol Nermin Haljeta pada babak pertama.
"Seharusnya kami bisa menentukan hasil laga ini pada babak pertama, karena kami menciptakan beberapa peluang yang seharusnya membuat tim unggul lebih jauh," ungkap Van Gastel.
Keunggulan PSIM Yogyakarta tidak bertahan lama. Madura United mampu membalikkan keadaan berkat gol dari Jorge Mendonca dan Gali Freitas, sehingga memaksa Laskar Mataram menyerah dengan skor akhir 1-2.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu melanjutkan, timnya sempat memulai babak kedua dengan baik, sebelum akhirnya kehilangan konsistensi permainan akibat sejumlah kesalahan teknis. Ia mengakui bahwa Madura United lebih banyak menekan di paruh kedua.
"Kami membuat banyak kesalahan teknis yang tidak terjadi pada babak pertama. Seharusnya kami bisa menuntaskan pertandingan sejak babak pertama," jelas Van Gastel.
Kekalahan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi PSIM Yogyakarta di kompetisi BRI Super League musim ini. Sebelumnya, mereka harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Akibat hasil minor tersebut, PSIM Yogyakarta kini terpuruk di peringkat 13 klasemen sementara dengan raihan satu poin dari tiga pertandingan. Posisi mereka hanya unggul satu poin dari zona degradasi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara