PSIM Yogyakarta kecolongan saat takluk dari Madura United

calendar_today 18.09.2026 - person  - timer ~

Jakarta (ANTARA) - Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menilai timnya kecolongan saat takluk dari Madura United pada pekan ketiga BRI Super League di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat malam.

Dikutip dari laman resmi klub, Sabtu, Van Gastel menyayangkan performa skuadnya yang urung menuntaskan sejumlah peluang pada babak pertama, sehingga gagal mengunci kemenangan lebih awal.

"Seharusnya kami bisa menentukan hasil laga ini pada babak pertama, karena kami menciptakan beberapa peluang yang seharusnya membuat tim unggul lebih jauh," ungkap Van Gastel.

Pada pertandingan itu, PSIM Yogyakarta sempat unggul melalui gol Nermin Haljeta di babak pertama, akan tetapi Madura United dapat membalikkan keadaan berkat gol Jorge Mendonca dan Gali Freitas sehingga membuat Laskar Mataram takluk 1-2.

Baca juga: Madura United balik taklukkan PSIM 2-1

Pelatih berkebangsaan Belanda itu melanjutkan, timnya sempat memulai babak kedua dengan baik, sebelum akhirnya kehilangan konsistensi permainan akibat sejumlah kesalahan teknis.

Mengenai jalannya babak kedua, Van Gastel mengakui Madura United lebih banyak menekan dan tidak konsistensinya permainan PSIM Yogyakarta membuat mereka gagal mempertahankan keunggulan.

"Kami membuat banyak kesalahan teknis yang tidak terjadi pada babak pertama. Seharusnya kami bisa menuntaskan pertandingan sejak babak pertama," jelas Van Gastel.

Hasil itu menjadi kekalahan kedua beruntun bagi Laskar Mataram dalam kompetisi Super League musim ini, setelah pada laga sebelumnya harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo dengan skor 1-0.

Akibat kekalahan itu, PSIM Yogyakarta kini menempati peringkat 13 klasemen sementara BRI Super League dengan satu poin dari tiga pertandingan, hanya unggul satu poin dari zona degradasi.

Baca juga: Van Gastel nilai PSIM Yogyakarta masih perlu tingkatkan mentalitas

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.