Rabu, 26 Agustus 2026, 00:40 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengambil jarak tegas dari Budi Arie Setiadi. Partai tersebut menegaskan relawan politik itu bukan anggota maupun pengurus dalam partainya sehingga segala pernyataan dan langkah politik yang dilakukan mantan menteri itu tidak berkaitan dengan partai.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia Andy Budiman meminta publik tidak lagi menyeret partainya ke dalam berbagai tindakan maupun pernyataan Budi Arie.
Baca Juga: Sinyal Prabowo vs Jokowi di Balik Omongan Ketum Projo Budi Arie: Elite Belum Tentu Satu Perspektif
“Kami tegaskan dia bukan bagian dari PSI. Titik. Karena itu, berhenti menyeret-nyeret nama kami dalam setiap tindakan, pernyataan, maupun urusan Budi Arie,” kata Andy, dikutip Rabu (26/8/2026).
Menurut Andy, posisinya terhadap sosok itu sebenarnya sangat jelas. Tidak ada jabatan atau kewenangan yang dimiliki Budi Arie di PSI. Apabila Budi Arie menyampaikan pernyataan politik atau mengambil langkah tertentu, tanggung jawab sepenuhnya berada pada dirinya sendiri.
“Apa pun yang dilakukan atau dikatakan dia adalah tanggung jawab Budi Arie. Jangan dikaitkan kepada kami dan jangan membangun kesan seolah-olah dia mewakili PSI. Dia tidak mewakili PSI. Dia bukan PSI,” tegas Andy.
Andy juga meminta seluruh pihak menghentikan spekulasi mengenai posisi Budi Arie di PSI. Ia menyebut tidak ada ruang untuk menafsirkan status sosok itu secara berbeda karena posisi partai sudah disampaikan secara terbuka.
“Posisi kami terang dan tidak membutuhkan tafsir: Budi Arie bukan anggota, bukan pengurus dan bukan bagian dari PSI. Jangan seret kami untuk urusan yang bukan urusan PSI,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketum Projo Budi Arie mengejutkan publik dengan pernyataannya tentang kemungkinan pemilu lebih cepat sebelum 2029. Ia menyebutkan hal itu ketika berada di dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial, mantan menteri itu mengajak audiens tidak hanya terpaku pada skenario politik menuju Pemilu 2029. Ia bahkan mengaku telah menyampaikan firasat politik tersebut kepada Jokowi.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Soal Kemungkinannya Tinggalkan Gerindra Demi PSI: Itu Bukan Tidak Benar
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" kata Budi Arie.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar