Profil Lengkap Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

calendar_today 01.09.2026 - person  - timer ~

Lufaefi

| 2 September 2026, 06:22 WIB

Profil Lengkap Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin - Istimewa

AKURAT.CO Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, telah menetapkan susunan kepemimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). KH Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam, sedangkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.

Keduanya sama-sama tumbuh dari lingkungan pesantren. Namun, perjalanan pendidikan, pengalaman organisasi, dan latar belakang keduanya memiliki karakter yang berbeda. Sosok Miftachul Akhyar dikenal kuat dalam tradisi keulamaan dan kepemimpinan Syuriyah, sementara Gus Kikin memiliki perjalanan panjang di lingkungan pesantren Tebuireng serta pengalaman dalam pengelolaan pendidikan dan organisasi.

KH Miftachul Akhyar, Kiai yang Tumbuh dari Tradisi Pesantren

KH Miftachul Akhyar lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 1953. Ia merupakan putra KH Abdul Ghoni, pengasuh Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya.

Lingkungan keluarga dan pesantren menjadi bagian penting dalam perjalanan intelektual Miftachul Akhyar. Sejak muda, ia menimba ilmu di sejumlah pesantren yang dikenal memiliki tradisi keilmuan Islam yang kuat.

Di antara pesantren yang pernah menjadi tempatnya menuntut ilmu adalah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, dan Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan. Ia juga belajar di lingkungan pesantren di Lasem, Jawa Tengah.

Baca Juga: DPR Titip Harapan ke Ketum Baru PBNU: Perkuat Organisasi dan Jadi Perekat Umat

Perjalanan tersebut membentuk karakter keilmuan Miftachul Akhyar yang lekat dengan tradisi pesantren. Pengalamannya kemudian membawanya ke berbagai posisi penting dalam struktur organisasi keagamaan.

Di lingkungan NU, Miftachul Akhyar dikenal sebagai figur yang memiliki pengalaman panjang di jajaran Syuriyah. Ia pernah dipercaya menjadi Rais Aam PBNU dan kembali mendapatkan amanah yang sama dalam Muktamar ke-35.

Kepercayaan tersebut menunjukkan posisi penting Miftachul Akhyar dalam struktur keulamaan NU. Dengan pengalaman yang dimilikinya, ia kini kembali menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara fungsi Syuriyah dan kepemimpinan Tanfidziyah PBNU.

Halaman:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi

Lufaefi

Ini Gambaran Masa Depan NU di Tangan KH Miftachul Akhyar dan Gus Kikin

Prakiraan Cuaca 2 September 2026 Menurut BMKG: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Kalender Jawa 2 September 2026: Watak Weton Rabu Pahing yang Disebut Punya Rezeki Bagus

Miftachul Akhyar dan Gus Kikin Digadang Bawa Angin Segar Tumbuhnya Ekonomi Umat

Persis Punya Harapan Besar dari PBNU yang Baru