Profesi AI 2030 Bukan Hanya AI Engineer, Inilah Karier Baru yang Mulai Bermunculan

calendar_today 22.07.2026 - person  - timer ~

VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara perusahaan bekerja. Jika beberapa tahun lalu profesi AI identik dengan AI Engineer atau Machine Learning Engineer, kini kebutuhan industri berkembang jauh lebih luas.

Baca Juga

Laporan World Economic Forum (WEF), dikutip VIVA Rabu, 22 Juli 2026, memproyeksikan bahwa hingga 2030 akan terjadi perubahan besar di pasar tenaga kerja global. Teknologi AI diperkirakan menjadi salah satu pendorong utama lahirnya jutaan pekerjaan baru, meski di sisi lain beberapa pekerjaan rutin akan mengalami otomatisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, perubahan tersebut tidak hanya menciptakan profesi teknis, melainkan juga berbagai peran baru yang menghubungkan teknologi dengan kebutuhan bisnis dan masyarakat.

Baca Juga

AI Trainer

Salah satu profesi yang mulai berkembang adalah AI Trainer.Tugas utamanya bukan membangun model AI dari nol, melainkan membantu sistem AI belajar melalui data yang berkualitas.

Baca Juga

AI Trainer mengevaluasi jawaban AI, memperbaiki kesalahan, memberikan konteks tambahan, dan memastikan model menghasilkan respons yang lebih akurat.

Peran ini diperkirakan akan semakin penting karena kualitas AI sangat bergantung pada proses pelatihan dan evaluasi yang dilakukan manusia.

AI Prompt Specialist

Seiring semakin banyak perusahaan menggunakan AI generatif, muncul kebutuhan terhadap AI Prompt Specialist.

Profesi ini bertugas merancang instruksi (prompt) yang efektif agar AI menghasilkan jawaban, gambar, kode, atau analisis sesuai kebutuhan bisnis. Di berbagai perusahaan, kemampuan menyusun prompt yang tepat kini menjadi keterampilan bernilai tinggi karena dapat meningkatkan produktivitas penggunaan AI.

AI Automation Consultant

Banyak perusahaan ingin mengotomatisasi pekerjaan, tetapi tidak mengetahui proses mana yang paling cocok. Di sinilah peran AI Automation Consultant.

Mereka menganalisis alur kerja perusahaan, memilih solusi AI yang sesuai, lalu mengintegrasikan berbagai sistem agar pekerjaan administratif, layanan pelanggan, pemasaran, hingga analisis data dapat berjalan lebih efisien.

AI Ethics and Governance Specialist

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semakin luas penggunaan AI juga meningkatkan kebutuhan terhadap profesi yang berfokus pada aspek etika.

AI Ethics and Governance Specialist bertanggung jawab memastikan penggunaan AI tetap adil, transparan, aman, serta mematuhi regulasi yang berlaku. Mereka juga membantu perusahaan mengidentifikasi potensi bias algoritma dan risiko terhadap privasi pengguna.

Halaman Selanjutnya

Profesi ini diperkirakan akan terus berkembang seiring hadirnya regulasi AI di berbagai negara.