Jakarta (ANTARA) - Prestige Image Motorcars kembali membawa sebuah supercar yang cocok dijadikan kendaraan pribadi bagi kelompok masyarakat desil 9-10, melalui Lamborghini Temerario yang menjadi anggota kedua keluarga High Performance Electrified Vehicle (HPEV) setelah Revuelto.
Kehadiran Temerario menarik perhatian bukan hanya karena statusnya sebagai model terbaru Lamborghini, tetapi juga lantaran teknologi elektrifikasi yang dibawanya.
“Hari ini kita sedang menyambut momen evolusi terbaru dari Lamborghini untuk masa depan, melalui hadirnya Temerario yang membawa semangat performa dan desain khas Lamborghini ke dalam sebuah pengalaman berkendara yang memadukan teknologi, inovasi, dan elektrifikasi,” kata Chief Executive Officer, Prestige Image Motorcars Rudy Salim di PIK 2, Tangerang, Kamis.
Temerario sekaligus melanjutkan tongkat estafet Lamborghini Gallardo dan keluarga Huracán. Jika generasi sebelumnya mengandalkan karakter mesin pembakaran internal, Temerario membawa pendekatan berbeda dengan menggabungkan mesin V8 twin-turbo dan teknologi elektrifikasi.
Baca juga: Lamborghini hadirkan Fenomeno Roadster bertenaga 1.065 hp
Mesin V8 10.000 rpm
Di balik desain agresifnya, Lamborghini Temerario mengusung mesin V8 twin-turbo baru yang mampu berputar hingga 10.000 rpm. Kombinasi mesin dan sistem elektrifikasi tersebut menghasilkan tenaga maksimum hingga 920 PS.
Angka tersebut menempatkan Temerario sebagai salah satu model Lamborghini dengan karakter performa yang sangat tinggi, sekaligus memperlihatkan bagaimana elektrifikasi mulai menjadi bagian penting dari pengembangan supercar.
Teknologi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan tenaga, tetapi juga mendukung responsivitas dan dinamika berkendara.
Lamborghini memadukan sistem elektrifikasi dengan teknologi dinamika berkendara, untuk menghasilkan keseimbangan antara performa dan kenyamanan.
Baca juga: Lamborghini yang dicuri berhasil ditemukan dengan bantuan ChatGPT
Tampil dengan warna khas Lamborghini
Unit Temerario yang diperkenalkan Prestige Image Motorcars hadir dalam warna Solid Giallo Auge atau kuning.
Sementara itu, pilihan warna Eclettica Verde Citrea atau hijau dijadwalkan menyusul pada akhir Agustus 2026.
Secara desain, Temerario mempertahankan bahasa desain khas Lamborghini melalui proporsi tegas, kontur yang jelas, garis presisi, serta permukaan bodi yang dibuat lebih bersih.
Karakter tersebut, tetap mempertahankan kesan agresif yang menjadi identitas supercar asal Italia tersebut.
Pada bagian kaki-kaki, Temerario menggunakan pelek Algareno Casted berukuran 20 inci di depan dan 21 inci di belakang dengan finishing Shiny Silver.
Pelek tersebut dipadukan dengan ban Bridgestone Potenza Sport, yang memiliki ukuran sebesar 20/21 inci.
Sistem pengereman dari kendaraan ini sudah menggunakan Rosso CCB brake calipers, sementara kaca samping dan belakang dibekali teknologi heat-insulating glass untuk membantu meningkatkan kenyamanan di dalam kabin.
Kabin menggabungkan sportivitas dan kenyamanan
Masuk ke dalam kabin, Temerario menawarkan perpaduan antara karakter sportcar dan kenyamanan mobil mewah.
Mobil ini menggunakan Comfort Seats berwarna Nero Ade yang dilengkapi pengaturan elektrik, fungsi pemanas dan ventilasi.
Lamborghini juga menyematkan Lamborghini Shield pada bagian headrest, sementara detail interior diperkuat dengan floor mats berbatas kulit dan jahitan ganda.
Dari sisi teknologi, Temerario dilengkapi Passenger Display, Parking Pack, Smartphone Interface, serta Lifting System yang dipadukan dengan Magneto-Rheological Suspension.
Kombinasi tersebut, menunjukkan bahwa karakter performa tinggi tidak serta-merta menghilangkan aspek kenyamanan.
Temerario dirancang untuk menghadirkan kemampuan sebuah supercar sekaligus fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.
Baca juga: Penyebab Lamborghini rilis edisi langka meski sedikit yang mampu beli
Elektrifikasi mulai masuk ke ranah supercar
Masuknya Temerario ke Indonesia, menjadi gambaran bahwa elektrifikasi tidak lagi terbatas pada kendaraan massal.
Teknologi tersebut kini berkembang hingga ke segmen supercar, termasuk kendaraan dengan orientasi performa tinggi.
Bagi industri otomotif Indonesia, kehadiran model seperti Temerario juga menunjukkan bahwa pasar kendaraan mewah domestik semakin terbuka terhadap teknologi terbaru.
Prestige Image Motorcars menilai perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya minat konsumen Indonesia terhadap kendaraan berperforma tinggi dan teknologi otomotif terkini.
Dengan mesin V8 twin-turbo, teknologi elektrifikasi, tenaga hingga 920 PS, serta berbagai teknologi pendukung, Lamborghini Temerario tidak sekadar menjadi penerus keluarga Gallardo dan Huracan.
Model ini juga menjadi penanda perubahan arah Lamborghini, dalam memasuki era baru supercar yang menggabungkan performa mesin konvensional dengan elektrifikasi.
Baca juga: Lamborghini Urus Performante SE masih kalah cepat dengan pendahulunya
Baca juga: Fenomeno, mobil Lamborghini tercepat bermesin V12 yang pernah ada
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026