Kamis, 3 September 2026 16:43 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kedua kanan) EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) ANTARA/Prisca Triferna
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan menggandakan nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia melalui Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
"Dalam forum ini, saya mengusulkan bahwa Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas untuk kita untuk menggandakan perdagangan kita dalam periode pertama peninjauan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement," kata Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.
Prabowo mengatakan nilai perdagangan Indonesia dan Rusia mencapai sekitar 5 miliar dolar AS pada 2025, meningkat 21,7 persen dibandingkan dengan 2024.
Menurut dia, peningkatan perdagangan dapat didorong oleh kondisi perekonomian kedua negara yang saling melengkapi. Perjanjian perdagangan bebas tersebut direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Prabowo berharap penerapan perjanjian tersebut dapat mempererat hubungan Indonesia dan Rusia serta negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia.
"Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan, pusat dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan sekarang mitra perdagangan bebas," ujarnya.
Dalam hubungan perdagangan bilateral, Prabowo mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki keunggulan di sektor masing-masing.
Indonesia, kata dia, memiliki komoditas kelapa sawit, kopi, perikanan, karet, tekstil, dan barang konsumsi, serta angkatan kerja muda. Indonesia juga menjadi gerbang bagi pasar ASEAN yang mencakup sekitar 680 juta penduduk.
Sementara itu, Rusia memiliki sejumlah sektor unggulan, antara lain gandum, pupuk, energi, sains, serta rekayasa teknologi.
"Kekuatan satu pihak dapat menjawab kebutuhan pihak lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan," kata Prabowo.
Sebelumnya, Prabowo menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemerintah Rusia atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk berbicara dalam forum tersebut.
Prabowo mengatakan kunjungannya ke Rusia kali ini merupakan kunjungan keduanya pada 2026. Ia juga menyebut telah bertemu dengan Putin sebanyak lima kali sejak menjadi Presiden Indonesia.
Baca juga: Presiden Prabowo paparkan MBG dan ketahanan pangan di EEF ke-11
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.