Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengaku memilih merangkum bahan pidato daripada membaca teks secara utuh agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat lebih ringkas dan efisien.
"Memang saya selalu diingatkan oleh staf saya, 'Pak, pakai teks, Pak. Jangan sampai keluar dari teks.' Dan ini, teksnya bagus sekali," kata Prabowo saat memberikan sambutan pada puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu.
Prabowo mengatakan teks pidato resmi yang disiapkan stafnya dilengkapi paparan data dan grafik pendukung. Namun, ia memilih merangkum materi tersebut sebelum menyampaikannya secara langsung.
Presiden menilai kekeliruan dalam berbicara merupakan hal manusiawi yang dapat disikapi secara terbuka dengan menyampaikan permohonan maaf.
"Tapi sebetulnya kalau manusia bikin kesalahan, ya kita minta maaf saja," kata Prabowo.
Ia mengatakan langkah merangkum isi pidato dilakukan agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat lebih singkat dan efisien.
"Tapi saya kira esensinya saya rangkum, saya ringkas, dan saya sampaikan. Mudah-mudahan saya tidak salah bicara," tutur Presiden.
Sebelumnya, sorotan mengenai ketepatan ucapan Presiden sempat muncul saat penyampaian laporan pidato kenegaraan pada pertengahan Agustus 2026 yang berkaitan dengan rincian data profesi dan besaran upah pekerja.
Meski demikian, dalam forum tersebut Prabowo tidak merujuk pada kekeliruan tertentu. Ia hanya menyampaikan harapan agar pidato yang disampaikan secara spontan tetap sesuai dengan tujuan.
"Saya kira rakyat menghendaki yang ringkas dan efisien begitu. Setuju?" ucap Prabowo mengakhiri penjelasannya.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.