Presiden Prabowo sebut bantuan BSPS renovasi 83.907 rumah hingga Juni 2026

calendar_today 14.08.2026 - person  - timer ~

Presiden Prabowo sebut bantuan BSPS renovasi 83.907 rumah hingga Juni 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 14:44 WIB

Image Print

Presiden Prabowo Subianto memberi salam usai menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/bay/kye (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk membantu renovasi sebanyak 83.907 rumah hingga 30 Juni 2026.

Prabowo mengatakan capaian tersebut masih jauh dari sasaran yang ditetapkan sehingga pemerintah perlu bekerja lebih keras untuk meningkatkan jumlah rumah yang diperbaiki.

"Ini masih jauh dari sasaran kita, kita harus bekerja keras untuk tambah juga," kata Presiden Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat.

Selain renovasi rumah, pemerintah juga membantu masyarakat memiliki rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hingga kini, program tersebut telah menjangkau hampir 100.000 rumah.

Sementara itu, kredit program perumahan telah menjangkau 90.878 debitur.

Presiden Prabowo menegaskan rumah tidak sekadar bangunan atau aset, tetapi memiliki arti penting bagi kehidupan keluarga.

"Rumah bukan sekadar bangunan. Rumah adalah tempat keluarga berlindung, tempat anak belajar dan keluarga bertumbuh," ujar Presiden.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pengalaman Telma Humea dari Kota Manado yang sebelumnya tinggal di rumah dengan fondasi rapuh serta kondisi dinding, lantai, dan atap yang rusak.

Melalui program BSPS, keluarga Telma dapat memperbaiki rumah tersebut.

Menurut Prabowo, pemerintah akan mencari langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah rumah yang dapat diperbaiki melalui program bantuan perumahan.

Prabowo juga menceritakan pengalaman Andre Kawaru dari Samarinda yang selama bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan sambil berdagang kelinci dari pasar ke pasar.

Melalui KPR subsidi FLPP, Andre akhirnya dapat memiliki rumah sendiri.

"Bagi keluarga Pak Andre dan jutaan rakyat di Indonesia, rumah bukan sekadar aset. Rumah adalah ketenangan, martabat, dan masa depan," kata Prabowo.

Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026