Pratinjau Argentina lawan Swiss: Adu tajam dan disiplin

calendar_today 11.07.2026 - person  - timer ~

Pratinjau Argentina lawan Swiss: Adu tajam dan disiplin

Sabtu, 11 Juli 2026 19:58 WIB

Image Print

Gelandang Timnas Argentina Enzo Fernandez berselebrasi setelah berhasil mencetak gol kemenangan Argentina atas Mesir dengan skor 3-2 saat pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa waktu setempat. (X/FIFAcom)

Jakarta (ANTARA) - Juara bertahan Argentina akan menghadapi ujian dari permainan disiplin Swiss pada perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas City, Minggu (12/7) pagi WIB.

Argentina lebih diunggulkan berkat kualitas individu serta ketajaman Lionel Messi. Namun, tim asuhan Lionel Scaloni belum sepenuhnya meyakinkan dalam dua pertandingan fase gugur terakhir.

La Albiceleste membutuhkan perpanjangan waktu untuk menyingkirkan Tanjung Verde 3-2 pada babak 32 besar. Mereka kemudian nyaris tersingkir ketika tertinggal dua gol dari Mesir pada babak 16 besar.

Gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez pada 11 menit terakhir membawa Argentina membalikkan keadaan sekaligus menang 3-2. Kebangkitan itu memperlihatkan mentalitas juara Argentina, tetapi juga menunjukkan rapuhnya mereka ketika menghadapi serangan balik.

Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina. Kapten berusia 39 tahun itu telah mencetak delapan gol pada turnamen ini, menyamai penyerang Prancis Kylian Mbappe di puncak daftar pencetak gol, serta menambah koleksinya menjadi 21 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.

Scaloni masih harus menentukan pendamping Messi di lini depan. Julian Alvarez menjadi starter ketika menghadapi Mesir, tetapi Lautaro Martinez memberikan dampak penting setelah masuk dari bangku cadangan saat Argentina mengejar ketertinggalan.

Argentina juga harus lebih tenang dalam mengontrol pertandingan. Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, dan Leandro Paredes dituntut memenangkan pertarungan lini tengah agar Swiss tidak leluasa mengembangkan transisi cepat.

Di kubu lawan, Swiss datang dengan kepercayaan diri setelah mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun. Tim asuhan Murat Yakin menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti 4-3 setelah bermain tanpa gol selama 120 menit.

Kedisiplinan Manuel Akanji dan rekan-rekan di lini pertahanan, kepemimpinan Granit Xhaka di tengah, serta ketangguhan Gregor Kobel di bawah mistar menjadi modal Swiss untuk meredam dominasi Argentina.

Namun, Swiss dipastikan kehilangan Johan Manzambi karena cedera lutut. Absennya pemain yang telah menyumbangkan tiga gol dan dua assist tersebut menjadi pukulan besar bagi daya serang mereka.

Pertandingan ini juga mengulang pertemuan kedua negara pada babak 16 besar Piala Dunia 2014. Ketika itu, Argentina menang 1-0 melalui gol Angel Di Maria pada babak perpanjangan waktu. Messi, Xhaka, dan Ricardo Rodriguez menjadi pemain yang masih tersisa dari pertemuan tersebut.

Argentina tetap menjadi favorit berkat kemampuan Messi menciptakan perbedaan dalam ruang sempit. Akan tetapi, apabila kembali kehilangan keseimbangan dan terlambat menemukan ritme, Swiss memiliki organisasi permainan yang cukup kuat untuk membawa laga berlangsung panjang.

Pemenang pertandingan ini akan menghadapi pemenang laga Inggris melawan Norwegia pada semifinal di Atlanta.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pratinjau Argentina vs Swiss: Adu tajam dan disiplin

Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.