Jakarta (ANTARA) - Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama berkomitmen memperluas gerakan penanaman pohon ke berbagai daerah di Indonesia dengan menggandeng komunitas, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, hingga kelompok kepemudaan.
Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama Moh. Syaiful Rahman mengatakan perluasan gerakan tersebut dilakukan agar kegiatan penghijauan menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
"Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Harapan kami, semakin banyak pihak yang terlibat sehingga gerakan penghijauan dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun masyarakat," kata Syaiful di Lamongan, Jawa Timur, Senin.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan penanaman ratusan bibit pohon yang digelar Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama bersama IKSPI Kera Sakti Cabang Kabupaten Lamongan di Sekretariat IKSPI Kera Sakti Lamongan.
Menurut Syaiful, penanaman pohon merupakan salah satu upaya untuk melestarikan lingkungan, mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas udara, serta mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Ia menilai gerakan penanaman pohon perlu semakin digalakkan seiring dengan menurunnya kualitas lingkungan dan masih terjadinya penggundulan hutan.
Sementara itu, Pendiri Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama Ahmad Muhlis Fanani mengatakan persoalan perubahan iklim, kerusakan hutan, hingga meningkatnya risiko bencana tidak dapat diatasi hanya dengan wacana, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
"Menanam pohon adalah investasi untuk masa depan. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mulai dari langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi bumi. Gerakan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui aksi nyata," ujarnya.
Muhlis berharap gerakan menjaga lingkungan dapat berkembang menjadi gerakan kolektif masyarakat Indonesia dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
"Kami bertekad gerakan ini menjadi budaya yang mampu menjaga kelestarian alam, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mewariskan bumi yang lebih hijau bagi generasi mendatang," katanya.
Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Kabupaten Lamongan Abdus Salam mengatakan kegiatan penanaman pohon juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi para anggota perguruan.
Menurut dia, seorang pendekar tidak hanya dituntut menjaga nilai-nilai budaya dan persaudaraan, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
"Melalui gerakan ini kami ingin menggugah kesadaran seluruh anggota IKSPI Kera Sakti agar semakin peduli terhadap lingkungan. Seorang pendekar bukan hanya melestarikan budaya bangsa, tetapi juga ikut menjaga alam sebagai warisan yang harus kita tinggalkan untuk generasi berikutnya," ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ipda Purnomo, anggota kepolisian yang dikenal aktif merawat puluhan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Ia mengapresiasi kegiatan penghijauan tersebut dan mendorong agar gerakan penanaman pohon dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Saya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Semoga teman-teman semua dapat terus berbuat baik untuk negeri ini," kata Purnomo.
Pewarta: M Fikri Setiawan
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.