Pramugari Jarang Minum Kopi Pesawat, Ternyata Ini Alasannya

calendar_today 26.10.2026 - person  - timer ~

Jakarta -

Sejumlah pramugari ternyata memilih tidak meminum kopi dan teh yang disajikan selama penerbangan. Kebiasaan itu bukan tanpa alasan.

Keputusan itu bukan semata soal rasa. Mereka memilih menghindari kopi dan teh karena air yang digunakan untuk membuat minuman panas tersebut berasal dari tangki air di dalam pesawat.

Seorang pramugari yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku dirinya tidak pernah minum kopi di pesawat. Ia mengatakan air panas dari pesawat terkadang memiliki aroma seperti klorin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak minum kopi di pesawat. Air panasnya sering berbau klorin. Kalau tidak berbau, justru kita jadi semakin curiga," ujar dia dikutip Shoutern Living, Senin (26/10/2026).

Kekhawatiran serupa disampaikan Miriam Lawson, mantan pramugari salah satu maskapai besar Amerika Serikat (AS). Selama bekerja, ia pernah melihat bagian dalam tangki air pesawat saat menjalani perawatan.

"Saya pernah melihat bagian dalam tangki tersebut saat pesawat menjalani perawatan. Jadi, saya memilih minum air kemasan, soda, atau minuman lain saat terbang," ujar dia.

Menurut Lawson, tangki air pesawat memang dibersihkan secara berkala, tetapi tidak setiap penerbangan. Saluran air juga dapat mengalami penumpukan mineral.

Kekhawatiran soal air pesawat bukan tanpa dasar. Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) pernah melakukan survei terhadap sistem air pesawat. Hasilnya, sekitar satu dari delapan pesawat yang diuji tidak memenuhi standar keamanan air, termasuk dalam pemeriksaan bakteri koliform.

Mantan pramugari Emirates, Dionne Mitchell, mengatakan informasi mengenai kondisi tangki air bahkan sudah ia dengar sejak masa pelatihan.

"Rumor tentang tangki air pesawat ternyata ada benarnya. Sebisa mungkin, pilih minuman yang masih tersegel," kata dia.

Steve Nixon, yang pernah lima tahun menjadi pramugara American Airlines, juga mengatakan awak kabin pernah mendapat arahan untuk berhati-hati mengonsumsi air dari sistem pesawat.

"Kami benar-benar dilatih untuk menghindari minum dari sistem air pesawat, kecuali air tersebut sudah direbus atau tidak ada pilihan lain," ujar dia.

Namun, bukan berarti semua awak kabin menghindari kopi dan teh. Ada pula pramugari dan pilot yang tetap rutin meminumnya tanpa mengalami masalah kesehatan.

Richard Woulfe, seorang awak kabin sekaligus pakar keselamatan penerbangan, menganggapnya sebagai persoalan mempertimbangkan risiko.

"Bagi saya, ini soal probabilitas. Saya ingin mengurangi risiko, jadi saya memilih membawa minuman sendiri," kata dia.

(fem/fem)