Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:41 WIB
VIVA –Presiden Prabowo Subianto menyiapkan terobosan untuk mengatasi sulitnya akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Salah satunya melalui penyediaan ambulans udara untuk memudahkan masyarakat di daerah terpencil mendapatkan layanan kesehatan.
Baca Juga
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup. Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter,” kata Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI 2026-2027 dikutip dari saluran YouTube TV Parlemen, Jumat 14 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nantinya, ambulans udara dengan helikopter dan pesawat kecil tersebut dapat mendarat di berbagai lokasi, seperti lapangan rumput, lapangan pasir, hingga pinggir sungai. Dengan begitu, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan lebih mudah dievakuasi saat membutuhkan penanganan medis.
Baca Juga
“Ambulans udara dengan helikopter, dengan pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai, supaya tidak ada rakyat kita yang tidak bisa dievakuasi kalau dia sakit,” sambung dia.
Selain ambulans udara, Prabowo juga membuka kemungkinan menghadirkan tim dokter yang dapat diterbangkan langsung ke lokasi pasien. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi solusi ketika pasien berada dalam kondisi kritis atau ketika terjadi bencana yang membuat akses menuju rumah sakit terhambat.
Baca Juga
“Bahkan nanti juga tim dokter terbang. Kalau perlu, dokter yang terbang ke tempat rakyat sakit keras atau menghadapi bencana,” kata dia lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prabowo menerangkan bahwa kebutuhan terhadap terobosan layanan kesehatan tersebut muncul, karena masih ada masyarakat yang menghadapi kendala jarak dan akses menuju fasilitas kesehatan.
“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan. Pada saat sudah waktunya mau pecah, harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik, karena jembatan tidak bagus. Akhirnya banyak ibu-ibu meninggal di daerah-daerah yang tidak jauh dari ibukota,”kata dia.
VIVA.co.id
14 Agustus 2026